SYUKUR dan Ribuan Rakyat Goyang Wawo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H. Syafrudin – H. Masykur (SYUKUR), Selasa (8/9) sambangi Kecamatan Wawo. Memasuki Desa Ntori Kecamatan Wawo, kemacetan pun tak bisa dihindari, masyarakat dan Ibu Ibu yang mengenakan kerudung berwarna Biru menyambut kedatangan pasangan SYUKUR dengan gembira.

Massa Wawo saat menyambut kedatang pasangan SYUKUR. Foto: Bin

Massa Wawo saat menyambut kedatang pasangan SYUKUR. Foto: Bin

Pasangan SYUKUR dijemput dari Desa Ntori. Kemudian melanjutkan perjalanan sampai Desa Raba. Sepanjang jalan, H. Syafrudin dan H. Masykur sesekali turun jalan kaki, menemui masyarakat yang menunggu kedatangan Pasangan Nomor Urut 3 tersebut. Jabat salam dan pelukan dengan masyarakat menjadi pemandangan yang terlihat dari pasangan tersebut bersama rakyatnya.

Ribuan massa di Wawo begitu euforia menyambut kedatangan pasangan yang diusung Partai Nasdem, Demokrat, PPP, PDIP dan didukung oleh PKS. Dentuman musik dari lagu lagu Pemenangan SYUKUR menghiasi perjalanan blusukan. Yel Yel LANJUTKAN begitu sering diucapkan.

Setelah tiba di Desa Raba, Pasangan SUKUR kembali ke Desa Kambilo untuk mengukuhkan sebanyak 925 orang Tim Pemenangan di tingkat Desa dan Kecamatan. Dalam satu Desa, jumlah tim mencapai 100 orang.

Ketua Relawan SYUKUR Zulkifli Dekala mengatakan, pengukuhan Tim pemenangan SYUKUR di Kecamtan Wawo, merupakan yang keempat, setelah pengukuhan di Kecamatan Ambalawi sebanyak 542 orang dan tim gender, Kecamatan Wera sebanyak 900 lebih, Kecamatan Palibelo sebanyak 523 orang. “Sekarang tim pemenangan di Kecamatan Wawo sebanyak 925 orang,” sebutnya.

Kata dia, rencananya, di setiap Desa dan Kecamatan se Kabupaten Bima, akan dikukuhkan semua tim pemenangan. “Selain blusukan, rapat terbatas kita manfaatkan untuk pengukuhan tim,” katanya.

Setelah semua dikukuhkan, sambun pria yang biasa di sapa Zul itu, kerja-kerja konsolidasi dan melakukan rekrutmen pemilih terus dilakukan. Tim juga akan dibekali dengan keunggulan tim pasangan SYUKUR. “Karena kami tidak hanya melakukan strategi membangun pencitraan politik, tapi lebih baik yakni bagaiman memberikan pendidikan politik yang baik kepada konstituen,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekam jejak pasangan SYUKUR sudah tidak diragukan lagi, dan masyarakat sudah mengetahui itu. Pihaknya pun terus memberikan keyakinan kepada rakyat, bahwa SYUKUR pasangan yang tepat untuk memimpin Bima selama lima tahun kedepan. “Kiprah H. Syafrudin dan H. Masykur sudah tidak diragukan lagi. Mereka telah menunjukan bukti, kerja dan prestasi,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. SULTAN

    Kepemimpinan dalam perspektif fiqh siyasah syar’iyah (Fiqih perpolitikan) adalah suatu hal yang harus selalu dbangun, dan dijaga dengan baik; bukan untuk dikejar. Karena dengan motif membangun dan menjaga inilah, kita akan bisa melahirkan pemimpin yang autentik.
    Autentik dalam berintegritas
    autentik dalam berkapasitas
    autentik dalam pengalaman dan
    autentik dalam ketaatan menjalankan perintah agama.
    Akan berbeda jadinya, jika persepsi kita dalam kepemimpinan, adalah sesuatu yang harus dijadikan warisan. warisan dari kakeknya, bapaknya bahkan suaminya. karena jabatan bukan warisan Segala cara bisa dihalalkan. Bahkan dalam psikologi politik dikatakan, bahwa orang yang berambisi terhadap jabatan, cenderung sulit untuk melepaskan jabatan kepemimpinannya. Dari sinilah lahir motif pemimpin yang KKN itu lahir. Dan itulah pentingnya peran agama dalam berpolitik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *