Mahasiswa STISIP Kritik Pasar Amahami

Kota Bima, Kahaba.- Pemindahan pedagang sembako ke Pasar Semi Moderen Ahamami mendapat kritikan mahasiswa. Kritikan itu disampaikan, Selasa (8/9) pagi oleh mahasiswa yang tergabung dalam UKM LDK STISIP Mbojo Bima melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kota Bima. (Baca. Pasar Amahami, Kumuh dan Merusak Pandangan)

Mahasiswa STISIP saat demo di Kantor Walikota Bima. Foto: Ady

Mahasiswa STISIP saat demo di Kantor Walikota Bima. Foto: Ady

Mereka menyorot sejumlah persoalan yang muncul usai pemindahan para pedagang. Diantaranya, menuding Pemerintah Kota Bima merekayasa nama pedagang yang mendapatkan Los pasar. Hal itu menyebabkan pedagang yang sudah berjualan sejak 25 tahun banyak yang tidak diakomodir.

“Bahkan, pedagang yang memiliki kartu anggota di pasar sebelumnya diabaikan pemerintah tanpa diperhatikan,” tuding Korodinator Lapangan, Junaidin dalam orasinya.

Mahasiswa juga menilai, pasar baru yang tersedia belum ditunjang infrastruktur memadai, lapak tidak mencukupi dengan jumlah pedagang, keamanan dan kenyamanan pedagang ditempat baru belum dirasakan maksimal. Selain itu, pemindahan pedagang juga terkesan dilakukan secara paksa melalui pemadaman listrik di area pasar sebelumnya.

Karenanya, mereka mendesak kepada Pemerintah Kota Bima menyediakan tambahan lapak untuk mencukupi kebutuhan pedagang dan memberikan kompensasi kepada pedagang yang terdaftar pada petugas pasar sebelumnya.
*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *