Warga Kesulitan Air Bersih, DINDA Janji Datangkan Bor Kanada

Kabupaten Bima, Kahaba.- Melanjutkan blusukannya di Kecamatan Sape, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri- H. Dahlan M. Noer (DINDA) pun, tembus hingga ke Desa Bajo Pulau bagian timur Kecamatan setempat.

DINDA dan warga Kecamatan Sape. Foto: Noval

DINDA dan warga Kecamatan Sape. Foto: Noval

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Sape kali ini, pasangan DINDA disambut hangat masyarakat setempat, mulai dari pelabuhan Sape hingga penyeberangan ke Desa Bajo Pulau. Penyeberangan yang menempuh jarak sekitar 5 kilometer itu, sangat dinikmati pasangan DINDA dan Tim yang menggunakan motor bot.

Pasangan DINDA dan Tim, tiba di Desa Bajo Pulau pukul 10.15 Wita. Setelah menginjakkan kaki di Desa ujung timur Kabupaten Bima itu, langsung menyapa masyarakat setempat. Tidak kalah dengan Desa-Desa lain di Kecamatan Sape, di Bajo Pulau juga, antusias masyarakat yang menyambut kedatangan pasangan yang dijuluki Jara Siwe (Kuda Betina, red) membuat Tim merinding.

Sekitar satu jam bersama masyarakat di dua Dusun di Desa Bajo Pulau, yakni Dusun Tengah dan Dusun Barat. Pasangan DINDA langsung mengunjungi Dusun Pasir Putih yang ada diseberang timur Dusun Tengah dan Barat itu. Pasangan DINDA pun, kembali menaiki motor bot dan menyeberang sejauh 4 kilometer.

Setelah tiba di Dusun setempat, pasangan DINDA dijemput oleh masyarakat dan segudang keluhan yang dialami warga terkait kurangnya air bersih. Kadus Pasir Putih Sahril mengaku, sudah dua bulan warganya kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warganya terpaksa mengambil air ke Desa Bugis Darat dengan menggunakan motor bot.

“Kami terpaksa harus mengeluarkan uang setiap hari untuk bisa mendapatkan air bersih,” ungkapnya Jum’at (11/9) dihadapan Dae Dinda.

Dengan kondisi diwilayahnya yang tinggal di pinggir pantai, tentu harus menggunakan bor dalam Kanada agar bisa mendapatkan air tawar itu. “Memang pada tahun 90 an, pernah dilakukan pemboran air. Namun, itu dilakukan secara manual hingga tidak bisa mendapatkan air tawar,” katanya.

Ia berharap kepada Dae Dinda, ketika sudah menjadi Bupati Bima, dapat mencanangkan program pemboran air di Dusun ini. “Hanya dengan bor Kanada saja kami bisa mendapatkan air tawar yang sehat,” harapnya.

Dia juga mengakui, semua itu bisa terwujud jika warganya juga memberikan konstribusi kepada Dae Dinda pasa 9 Desember mendatang. “Kami tau apa yang harus kami lakukan. Kami sepenuhnya akan mendukung pasangan DINDA ini hingga menjadi Bupati Bima,” ujarnya.

Dae Dinda (Sapaan akrab Hj. Indah Damayanti Putri), berjanji kepada masyarakat memenuhi permintaan warga. Namun semua itu akan dilakukannya setelah ia dipercayakan memimpin Kabupaten Bima. “Saya siap mendatangkan bor kanada. Namun itu bisa dilakukan jika Sudah menjadi Bupati,” janjinya.

Pasangan DINDA, juga langsung mengunjungi serta melihat kondidi mesin Desalinasi air (Mesin yang menjadikan air asin menjadi tawar, red) yang kondisinya sudah rudak. Setelah mengunjungi warga Dusun Pasir Putih, pasangan DINDA kembali ke Dusun Tengah menggunakan motor bot dan melakukan Jum’at bersama warga. Pukul 13.36, pasangan DINDA pun kembali ke Pelabuhan Sape.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *