Pengelolaan ADD Kabupaten Bima Dapat Apresiasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima mendapat apresiasi dari Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DTT) dan Kementerian Keuangan RI. Apresiasi itu diberikan karena dianggap terbaik dalam pengelolaan ADD diantara ratusan Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia.

Kepala BPMDes Kabupaten Bima, Abdul Wahab, SH

Kepala BPMDes Kabupaten Bima, Abdul Wahab, SH

Hal tersebut disampaikan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, dalam rapat percepatan penyaluran dan pemanfaatan dana desa di Hotel Darmawangsah Jakarta, Kamis (10/9) lalu. Rapat yang dibuka langsung oleh Menteri Desa DTT itu dihadiri oleh seluruh bupati se Indonesia.

Kabupaten Bima diwakili oleh Kepala BPMDes, Abdul Wahab Usman, SH. MSi. “Dalam rapat itu Kabupaten Bima mendapat penilaian yang baik dari Kementerian DTT dan Kementerian keuangan RI,” terang Kepala BPMDes Kabupaten Bima, Abdul Wahab Usman, kemarin.

Menteri Desa DTT dalam rapat itu kata Wahab mengingatkan, kegiatan tersebut penting bagi cepatnya realisasi dana desa. Supaya dana tersebut dapat segera disalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa.

“ADD itu harus segera dicairkan ke desa, agar dapat segera dimanfaatkan,” terang Wahab mengutip penyampaian Menteri.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian jelasnya, dari 500 kabupaten dan kota di Indonesia, baru sekitar 174 Kabupaten yang sudah menyalurkan ADD ke rekening Desa. Termasuk Kabupaten Bima. Sedangkan sejumlah daerah lainnya, belum mentransfer dana itu ke rekening Desa.

Hal tersebut lanjutnya, disebabkan adanya ketakutan Kepala Daerah untuk mencairkan ADD tersebut akibat dari Desa yang belum memenuhi syarat pencairan. Syarat itu antara lain, Desa harus memiliki Perdes dan RPJMDes.

“Itu yang belum dipenuhi oleh sejumlah Desa, sehingga para Kepala Daerah belum bisa mencairkan ADD itu,” jelasnya.

Sedangkan untuk Kabupaten Bima sendiri kata Wahab, sebanyak 40 persen ADD pertama sudah mentransfer ke rekening Desa. Bahkan anggaran itu saat ini sedang dibelanjakan oleh Desa. Sedangkan untuk 40 persen kedua, saat ini sudah masuk ke kas daerah dan dalam waktu dekat akan dicairkan. “Administrasi penyalurannya saat ini sedang diproses,” katanya.

Pada hari yang sama pihaknya juga mengikuti Rakornis persiapan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Gedung Aneka Bhakti Jakarta.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *