Pj. Bupati Bima Ajak Aparatur Ikuti Pembinaan IMTAQ

Kabupaten Bima, Kahaba.- Imtaq Gabungan Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima dan pelepasan Kafilah Kabupaten Bima untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 berlangsung Jumat (11/9) di Lapangan Tenis Kantor Bupati Bima Bima.

Imtaq Gabungan dan pelepasan Kafilah Kabupaten Bima. Foto: Hum

Imtaq Gabungan dan pelepasan Kafilah Kabupaten Bima. Foto: Hum

Dihadapan para pejabat eselon serta karyawan SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Penjabat Bupati Bima H. Bachrudin, yang memberikan arahan setelah ceramah Ustazah Hj. Umrah menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan kepada para pejabat dan karyawan yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.

“Sangat menarik ceramah yang disampaikan karena merupakan hal yang penting untuk dilakukan dan diterapkan tapi sering dilalaikan,” ucapnya melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol M. Chandra Kusuma.

Menurut dia, yang dipaparkan penceramah sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, sebab manusia  cenderung mengarah ke hal-hal yang pragmatis dan cenderung mencari manfaat materi, sehingga kalimat-kalimat mulia itu sering dilupakan.

Pada kesempatan tersebut, Bachrudin juga mengajak seluruh para pejabat eselon dan staf SKPD untuk mengikuti pembinaan IMTAQ Gabungan yang rutin dilaksanakan, karena disamping sebagai wadah silaturahmi, juga penting sebagai bekal aparatur dalam menghadapi tugas keseharian di unit kerja masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, penceramah Ustazah Hj. Umrah Hasan dalam uraiannya menjelaskan, dalam kehidupan keseharian, ada tujuh kalimat suci yang umat Islam tahu tapi tidak dimanfaatkan, padahal ini penting dan bermanfaat dalam  kehidupan seorang muslim.

Ketujuh kalimat tersebut yaitu,  Bismillah hirrahmanir rahim, Alhamdulillahi Rabbil alamin, Astagfirullahhal Adzim, Insha Allah, Laa Haula Wala Quwwata Illa billah, Inna Lillahi Wainna Ilaihi rajiun dan Lailaha ilallah Muhammadar Rasulullah.

“Keselamatan, keberkahan musibah atau apapun yang terjadi terhadap diri manusia harus senantiasa dikembalikan kepada Allah SWT,” jelas Umrah.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *