Banjir Bandang Landa Tiga Kecamatan

Bima, Kahaba.- Hujan yang mengguyur Kabupaten Bima sejak jumat (25/5) malam menyebabkan bendungan Raba di desa Ncera jebol sehingga air bah melanda kecamatan Belo, Monta, dan Woha. Selain memutus akses jalan menuju desa Ngali dan sekitarnya, banjir bandang juga menyebabkan kerugian materil yang tidak sedikit akibat lahan pertanian bawang merah yang siap panen terendam air.

Ilustrasi

Warga semula tidak menyangka hujan yang  turun sejak jumat malam itu akan membawa bencana, hingga tiba-tiba pada pagi hari pukul 5.00 WITA tanggul sungai di desa ncera jebol dan menyebabkan air meluap hingga memasuki pemukiman warga. Luapan air sungai yang berlumpur yang datang secara tiba-tiba juga merendam setidaknya ribuan hektar lahan pertanian milik warga di beberapa desa sepanjang aliran sungai.

Amrullah, salah seorang warga Ngali yang diwawancarai Kahaba menuturkan, kerugian terbesar dialami oleh para petani bawang merah lantaran bawang yang harusnya siap untuk dipanen sekarang terendam lumpur. Amrullah juga merinci potensi kerugian yang dialaminya dan banyak petani lain di desanya mencapai angka puluhan  juta rupiah tiap kepala keluarga. “Tanaman bawang saya sudah 45 hari, siap panen. Saya taksir musim ini saya dan warga lain rugi sampai 500 ribu per 100 meter persegi,” tuturnya. Lanjutnya, kerugian materil akibat terendamnya lahan pertanian tidak hanya dirasakan oleh warga Ngali, desa-desa lainnya menurut Amrullah juga mengalami nasib yang sama.

Hingga saat ini dilaporkan beberapa desa di kecamatan Belo masih terisolir lantaran terputusnya jembatan yang menghubungkan desa Ngali dan desa Lido terputus diterjang air bah. Praktis pengguna kendaraan bermotor khususnya dari arah kecamatan Langgudu harus memutar arah melewati Laju untuk menuju Kota Bima. Kendati hujan sudah berhenti pada Sabtu pagi, warga terlihat masih was-was akan datangnya banjir susulan.

Selain itu, akibat sekolah terendam air, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang semestinya digelar hari ini di SMA 1 Woha terpaksa dipindahkan pelaksanaannya. Puskesmas Woha terpaksa dialihfungsikan menjadi lokasi UN darurat untuk siswa-siswi yang melaksanakan ujian susulan itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Husnudin Asyid, pada Sabtu pagi (26/5) menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini, pemerintah belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang melanda Bima. Hanya air yang merendam sawah dan rumah warga di Bima saat ini, tidak disertai dengan material dari pegunungan. Sedang ketinggian air yang melanda warga saat ini setinggi 70 centimeter.

“Untuk itu, hari ini, BPBD NTB akan terus berkoordinasi dengan BPBD Bima soal kesiapan evakuasi bantuan logistik dan lainnya,” jelasnya seperti yang kami lansir dari RRI Mataram. BPBD NTB pula dikatakan, telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. Selain itu, BPBD NTB terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menembus ke lokasi agar memperoleh data yang akurat tentang banjir, kali ini. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *