Berkah MTQ, Stan Raup Untung

Kota Bima, Kahaba.- Momen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) MTQ Tingkat Propinsi NTB ke-26 di Kota Bima ternyata membawa berkah bagi pemilik stan di sekitar arena. Sejumlah pemilik stan mengaku meraup keuntungan dari hasil penjualan berbagai produk mereka.

Edison (Mengenakan Baju Coklat) bersama pembeli. Foto: EM

Edison (Mengenakan Baju Coklat) bersama pembeli. Foto: EM

Salah satunya, Pemilik Stan asal Jakarta, Edison yang menjual berbagai souvenir MTQ. “Alhamdulillah, sejak tiga hari berjualan. Saya sudah meraup untung bersih Rp.3 juta dari penjualan produk souvenir MTQ, kemudian pakaian serta alat tulis,” ujarnya kepada Kahaba, Selasa (15/9) di arena MTQ.

Edison mengaku, mendapatkan informasi digelarnya MTQ Tingkat Propinsi NTB di Kota Bima dari media online. Setelah mengetahui ada agenda besar itu, tanpa pikir panjang langsung memesan tiket ke Bima untuk berjualan.

“Hampir seluruh Indonesia saya datangi. Mulai dari kegiatan Popnas, Popda, PON dan MTQ seperti ini. Dan agendanyapun sama, yaitu mencari nafkah dengan berjualan,” akunya.

Pria asli Betawi ini mengatakan, selama berjualan pasti ada resiko untung maupun rugi. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus melanjutkan usaha berniaga ke berbagai pelosok negeri.

“Setiap usaha pasti ada resiko, dan itu sudah menjadi hal lumrah. Namun, alhamdulillah selama berdagang keuntungan selalu ada,” tandasnya.

Untuk itu dirinya tetap akan meneruskan usaha berniaga yang telah digeluti sejak puluhan tahun lalu. Apalagi, aktivitasnya tersebut sudah menjadi mata pencaharian. Untuk memperoleh ijin memakai satu stan sebagi tempat berjualan, Ia harus menyewa ke Panitia MTQ sebesar Rp.900 ribu.

“Saya sudah sewa stan ini sampai akhir kegiatan MTQ sebagai persyaratan untuk memakai tempat,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli souvenir Sudirman asal Kelurahan Tanjung mengaku senang sekali dengan adanya stan penjualan barang karena sangat membantu.

“Saya terbantu dengan adanya stan, karena banyak variasi produk yang dijual. Untuk itu saya membeli souvenir dan pakaian muslim,” bebernya.

*EM

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *