Ratapi Nasib, Ina Ina Protes tak Dapat Lokasi di Pasar Amahami

Kota Bima, Kahaba.- Tidak hanya mahasiswa yang melakukan protes soal Pasar Amahami, Rabu (16/9) Ina Ina (Ibu-Ibu) juga turut hadir dan memprotes pemanfaatan Pasar tersebut. Mereka datang membawa dagangan, meratap dan meminta agar Walikota Bima memperhatikan derita mereka.

Ina Ina bersama dagangannya memprotes di Kantor Walikota Bima. Foto: Bin

Ina Ina bersama dagangannya memprotes di Kantor Walikota Bima. Foto: Bin

Saat aksi itu, para pedagang juga diberikan kesempatan untuk berorasi. Dengan pengeras, ina Ina menyampaikan dalam bahasa Bima, jika mereka didzolimi. Lahan dagangan justru tidak didapat, setiap pagi saat hendak jualan, malah diusir oleh Petugas Pol PP.

“Tolong kami pak Walikota, kami warga miskin, yang hanya menggantungkan hidup dari berjualan. Perhatikan kami, anak anak kami juga butuh makan dan dinafkahi,” teriak salah seorang pedagang.

Jika Pemerintah Kota Bima tidak memperhatikan kondisi pedagang yang tidak mendapat lahan dagangan tersebut, maka mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari – hari.

“Kami juga ingin anak anak kami kelak jadi pejabat dan Kepala Daerah. Tapi bagaimana bisa kami wujudkan itu, jika kami tidak bisa membiayai sekolah mereka. Sementara biaya sekolah anak anak kami bersumber dari hasil dagangann” teriaknya.

Pedagang lain juga dalam orasinya mengatakan, masalah di Pasar Amahami tidak akan terselesai, jika Pemerintah tutup mata. Untuk itu, mereka meminta agar Walikota Bima turun dan melihat kondisi sebenarnya yang terjadi.

“Kasihani kami Pak Walikota. Kami tidak ingin anak anak kami jadi pencuri karena tidak sekolah katena tidak ada biaya,” pintanya dengan menangis.

Sementara itu, di tempat berbeda, Anggota DPRD Kota Bima, M. Nor saat dimintai tanggapan, meminta agar pedagang bersabar. Karena dirinya yakin kebijakan Pemerintah semata mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

“Ini masih terus berproses, kami juga di DPRD akan meminta kepada Pemerintah Kota Bima untuk bisa menata Pasar Amahami, agar seluruh pedagang bisa nyaman mencari nafkah,” tuturnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. jadi anak2 ina ina jg sing sabar gak sekolah, gak makan. sekolahan jg yg sabar kl anak2 ina ina blm bisa bayar sekolah. semua perlu proses………………………………………………………………………sedang proses…………..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *