TP PKK Kecamatan Belo Juara Lomba Cipta Menu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tim Penggerak PKK Kecamatan Belo mencatat prestasi terbaik dengan menempati Juara I Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) antar Kecamatan se Kabupaten Bima, Sabtu (19/9) di Gedung PKK Kabupaten Bima.

Sekda Kabupaten Bima saat berada pada Lomba Cipta Menu. Foto: Hum

Sekda Kabupaten Bima saat berada pada Lomba Cipta Menu. Foto: Hum

Kabag Humas dan Protokol Setda M.Chandra Kusuma, AP melalui siaran persnya mengatakan, lomba yang diikuti 15 kecamatan tersebut mempertandingkan empat kategori yaitu Kategori pangan lokal B2SA, kategori Juice, pemanfaatan pangan lokal dan kategori kudapan. Disamping itu, kriteria yang diketengahkan mencakup ke sesuai an kadar gizi, aman dan kesesuaian penyajian sebagai menu pada  pagi, siang dan malam.

Kata dia, pada Kategori menu pangan lokal B2SA juara I diraih TP PKK Kecamatan Belo. Keberhasilan ini mengantar  Kecamatan Belo meraih hadiah Rp 2 juta, Juara II disabet Kecamatan Wawo dan mendapat hadiah Rp 1,75 juta, Juara III Kecamatan Woha dengan hadiah Rp 1,5 juta, Juara IV Kecamatan Monta  mendapatkan Rp 1 juta dan juara V Madapangga mendapatkan Rp 750 ribu.

Sementara, pada kategori Juice, Juara I disabet Kecamatan Ambalawi yang menyajikan jus Jambu Mete, Juara II diraih Kecamatan Sape yang menampilkan Jus Sawo dan Juara III Kecamatan Langgudu dengan tampilan jus rumput laut.

Selanjutnya, pada Kategori pemanfaatan pangan lokal, juara I diraih kecamatan Parado,  Juara II Kecamatan Wera dan juara III diraih kecamatan Lambitu. Sementara itu, pada Kategori Kudapan, juara I diraih kecamatan Langgudu, juara II kecamatan Ambalawi dan juara III kecamatan Sape.

Lomba yang dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Pemanfaatan Pangan Lokal, dengan tema “Aku Suka Pangan Lokal” ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Drs. H. M. Taufik, HAK, M.Si dan didampingi kepala BKP Kabupaten Bima  Ir. Rendra Farid dan sejumlah kepala SKPD dalam amanatnya mengatakan, mengacu pada UU tentang pangan, hal ini menuntut bagaimana upaya agar masyarakat dapat mengkonsumsi pangan yang sehat.

Terkait dengan produksi pangan utama seperti padi memang cukup melimpah dan surplus beras memenuhi  target. Tapi pertanyaannya mengapa hingga saat ini desa yang tergolong   miskin masih mencapai  22 desa.

Oleh karena itu perlu langkah-langkah nyata mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan kegiatan hingga penganggaran.  Dalam waktu dekat akan dilaksanakan klinis APBD TA 2016 dan  Klinis rumpun hijau akan digabung.  Pemanfaatan pangan lokal sangat penting untuk didukung karena tujuannya jelas yaitu mendukung program Nawacita Presiden RI Joko Widodo.

“Berkaitan dengan Lomba B2SA, pada tahun 2016  akan dimulai ditingkat Desa, Kecamatan selanjutnya Kabupaten dengan menyediakan hadiah yang lebih besar,” tambah Sekda.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan  (BKP)  Kabupaten Bima Ir. Rendra Farid dalam laporannya mengatakan, lomba ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan TP PKK kab Bima kerjasama dengan BKP.

Peserta yang berhasil meraih  juara I akan menjadi duta kabupaten Bima pada  lomba yang sama di tingkat propinsi  yang akan berlangsung  di KabupatenLombok Tengah dan selanjutnya juara tingkat propinsi akan wakili NTB  pada lomba B2SA di Palembang.

Renda menambahkan, untuk membangun kesadaran masyarakat,  masih banyak alternatif pangan berupa umbi-umbian dan buah lokal yang bisa dikonsumsi untuk menggantikan beras sebagai sumber pangan lokal.

“lomba juga diharapkan  dapat meningkatkan citra pangan lokal  dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi B2SA yang mengandung komposisi yang dibutuhkan tubuh,” tuturnya.

Oleh karena itulah maka pencanangan Pencanangan Gerakan Pemanfaatan Pangan Lokal, dengan tema “Aku Suka Pangan Lokal” ini penting agar beragam sumber pangan lokal kembali dikembangkan.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *