Bahas Kerjasama, KPU Rakor dengan Wartawan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Belasan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik maupun online, Senin (21/9) siang melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima. Rakor dilaksanakan di Ruang Media Center difasilitasi komioner KPU.

Rakor KPU dan Wartawan. Foto: Ady

Rakor KPU dan Wartawan. Foto: Ady

“Rakor ini bertujuan membahas mengenai kerjasama media massa dalam meliput dan mengekspose berita maupun sosialisasi tahapan Pilkada 2015 yang digelar oleh Penyelenggara Pemilu,” jelas Komisioner KPU Kabupaten Bima, Muhammad Waru.

Menurut Pria asal Soromandi ini, perlu ada persamaan persepsi antara KPU dan wartawan untuk memahami aturan serta regulasi terkait sosialisasi tahapan Pilkada. Apalagi keberadaan media massa di Bima cukup banyak. Namun, tidak semua media memiliki eksistensi yang sama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Ini lah yang mesti kami ketahui, sejauh mana persebaran medianya, legalitasnya bagaimana dan eksistensinya seperti apa. Karena tidak bisa kami akomodir begitu saja semuanya tanpa ada kejelasan medianya,” kata Waru.

Ia mengapresiasi, peran media sangat membantu tugas penyelenggara pemilu untuk mememberikan informasi dan pendidikan politik bagi masyarakat. Memang disadarinya, suksesnya Pilkada tak bisa hanya bertumpu pada KPU dan Panwaslu.

“Peran semua pihak, terutama media bagi kami sangat penting untuk menyukseskan Pilkada. Karena itu, kami sangat berharap kerjasama yang baik terus terjalin hingga akhir Pilkada nanti,” harapnya.

Ia menambahkan, Rakor direncanakan akan kembali digelar dengan wartawan dalam waktu dekat ini untuk menentukan media mana yang diakomodir dan berapa besar nominal kerjasama. Sekaligus, akan dilakukan penandatanganan kontrak (MoU) antara Media dengan KPU.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *