Banjir Bandang, Ribuan Hektar Sawah Hancur

Bima, Kahaba.- Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar kerugian yang dialami warga akibat banjir bandang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banjir bandang yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Bima Sabtu (26/5) lalu telah menyebabkan banyak petani menanggung kerugian besar akibat gagal panen.

Ilustrasi / foto: kompas.com

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman (RPL-PT) HM. Natsir, HMS, menuturkan luasan wilayah pertanian masyarakat di tiga Kecamatan, masing-masing Kecamatan Belo, Woha dan Langgudu mencapai ribuan hektare. “Dari ribuan hektar itu, hanya sekitar 20 persen saja yang bisa diselamatkan, selebihnya hancur dihantam banjir bandang,” ujarnya kepada juru berita di kantornya, Senin (28/5).

Natsir mengungkapkan, kecamatan Belo menjadi kecamatan yang kerugian petaninya paling besar akibat banjir bandang. Lahan pertanian bawang merah milik masyarakat yang digenangi banjir seluas 805 hektar,  ditanami Padi sebanyak 331 hektare, dan kedelai sebanyak 72 hektar. Sedangkan di Kecamatan Woha, 97 hektar ditanami padi dan sebanyak dua hektare ditanami kedelai. Kemudian pada Kecamatan Langgudu, lahan padi yang digenangi banjir seluas 35 hektar dan lahan kedelai sebanyak 25 hektar. “Ini baru data sementara. Petugas kami dilapangan masih terus melakukan pendataan kerugian lahan pertanian,” jelasnya.

Menurut Natsir, harusnya pada bulan ini petani di tiga kecamatan yang terkena dampak bajir memasuki masa panen. Tidak sedikit juga petani yang telah memanen hasil pertaniannya namun menjadi korban banjir, hasil pertanian yang sudah dipanen itu tak sempat diselamatkan karena pada saat kejadian disimpan di sekitar sawah atau kolong rumah. Bawang merah, baik yang sudah panen maupun yang belum dicabut menurutnya akan lekas membusuk apabila terendam air. Kendati demikian, pemerintah sangat berharap, dari sekian lahan yang di telan banjir, ada sebagiannya yang masih bisa diselamatkan.

Mengenai bantuan pemerintah atas kondisi petani di area terdampak banjir, Natsir mengungkapkan setelah semua data kerugian lahan pertanian rampung, secepatnya akan dilaporkan pada Bupati Bima, Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah Pusat supaya bantuan pada petani bisa dikucurkan dengan segera. “Bantuan biasanya dalam bentuk program pemberian bibit. Untuk dana biasanya diberikan oleh BPBD,” terang Natsir.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *