Dewan Janji Perjuangkan Jembatan Oi Bura

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima, M Aminurlah menaruh perhatian serius terhadap kondisi Jembatan Desa Oi Bura Kecamatan Tambora (Baca. Jalan dan Jembatan Desa Oi Bura Rusak Parah). Ia menegaskan siap memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan jembatan utama penghubung Oi Bura dengan desa lainnya itu. Rencananya, sebelum pengesahan APBD Tahun 2016 ini Ia akan mengusulkan ke Badan Anggaran (Banggar).

Kondisi jembatan di Desa Oi Bura yang rusak parah. Foto: Ady

Kondisi jembatan di Desa Oi Bura yang rusak parah. Foto: Ady

“Kalau dari Eksekutif tidak mengusulkan, kita Legislatif akan berinisiatif memperjuangkan alokasi anggarannya di APBD Tahun 2016,” tegas Anggota Banggar ini kepada Kahaba.net, Rabu (23/9) pagi.

Pria yang akrab disapa Maman ini mengaku, baru mengetahui informasi kondisi rusak parahnya Jembatan dan Jalan Oi Bura dari media massa. Ia merasa sangat prihatin sekaligus menyesalkan perhatian Pemerintah Kabupaten Bima yang terkesan tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di Oi Bura dan Kecamatan Tambora umumnya.

“Apalagi, kondisi itu sudah berlangsung lama. Harusnya itu dipikirkan, karena soal jembatan itu penting. Bicara pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, ya infrastruktur harus diperhatikan duluan dari pada yang lain. Kalau rusak, bagaimana aktivitas ekonomi berjalan dengan baik,” terangnya di Kantor DPRD setempat.

Menurut Duta PAN ini, potensi Kecamatan Tambora khususnya Desa Oi Bura sangat besar dan diakui dunia. Sebut saja obyek wisata dunia, Gunung Tambora. Bila infrastruktur pendukung diperbaiki, maka dipastikan aktivitas kunjungan tamu dari berbagai belahan dunia semakin meningkat ke Tambora. Selain itu, pendapatan daerah bisa bertambah.

“Ini kembali kepada bagaimana nawaitu pemimpinnya. Pemerataan pembangunan itu harus dilakukan. SKPD terkait kami minta untuk memperhatikan itu. Prioritaskan yang lebih penting, jangan hanya program yang menghabiskan anggaran sementara manfaatnya kurang untuk masayarakat,” kritiknya.

Maman juga meminta, agar kesan Tambora sebagai daerah buangan harus dihapus oleh pemerintah. Sebab, saat ini semua perhatian dunia sudah tertuju pada Tambora sebagai situs sejarah terhebat dan wilayah dengan potensi alam luar biasa.

“Sebenarnya yang jauh itu hanya pelayanan administrasi dari pusat pemerintah saja. Ditambah infrastruktur tidak mendukung sehingga wajar semua serba mahal. InshaAllah, persoalan ini akan menjadi atensi khusus kami,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *