Momen Pemilukada, Lahirkan Pemimpin Ikhlas

Oleh : Amirulmukminin

Amirulmukminin

Amirulmukminin

Pesta politik dengan agenda pemilihan kepala daerah saat ini sedang berlangsung di sejumlah daerah, salah satu adalah Kabupaten Bima. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima telah menetapkan empat pasangan yang akan berkompetisi pada pesta demokrasi tersebut.

Tentu mereka adalah putera dan puteri terbaik daerah. Dilihat dari rekam jejak para kontestan ini, kita memiliki penilaian yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kelebihan, tentu juga ada kekurangan. Tergantung kita melihat dari sisi mana. Namun dalam tulisan ini, saya tidak bermaksud mengurai kelebihan dan kekurangan masing-masing calon. Karena pasangan calon tentu memiliki pengalaman masing-masing di berbagai bidang.

Saya yakin, hal itu pula yang mengantarkan mereka untuk berkompetisi dalam pesta demokrasi ini. Tentu saja didukung finansial yang memadai dan semangat lain yang diperlukan. Bagi saya, pengalaman saja tidaklah cukup. Yang paling penting adalah niatan ikhlas membangun. Niatan itu harus ditanamkan dalam-dalam di lubuk hati setiap pasangan calon. Jika tidak, akan terjadi sebaliknya.

Siapapun yang akan memimpin Kabupaten Bima nanti, harus memiliki keinginan untuk membangun. Seperti rasa ikhlas masyarakat Bima menyambut para kontestan yang blusukan dari Desa ke Desa. Seperti mimpi masyarakat menitip sejuta harapan melalui ujung paku di bilik suara. Keikhlasan akan menjadi pengendali dalam setiap tindakan. Ikhlas akan menjadi penyaring untuk menghindari terjadinya keserakahan dan hasrat untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok. Ikhlas menjadi penyadar bagi Kepala Daerah yang lupa diri. Ikhlas menjadi tameng bagi para pimpinan yang cerdik, dengan kecerdikan yang membawa petaka bagi rakyat.

Beberapa contoh sederhana tindakan ikhlas yang dimaksud diantaranya, kepala daerah rela menyampingkan rasa obsesi dan hasrat mengumpulkan kekayaan pribadi atau kelompok tertentu. Karena tidak jarang kepala daerah terjerat kasus korupsi, disebabkan karena terlalu bernafsu mengumpulkan kekayaan.

Rasa iba karena melihat jeritan masyarakat. Bertindah agresif ketika melihat sekolah yang tidak layak. Membiarkan gerbang rumah terbuka lebar. Tidak menutup kaca mobil saat turun ke masyarakat. Sebab, saat ingin mengambil hati masyarakat para kontestan rela membasuh kaki masyarakat, namun setelah terpilih tidak jarang kaki mereka menginjak kepala masyarakat.

Kondisi itu berbalik 180 derajat. Ketika para kontestan ini blusukan ke sejumlah daerah di Bima, warga rela meninggalkan aktivitas dan kerjaan mereka untuk menyambut rombongan pasangan calon kepala daerah yang turun. Mereka mengikhlaskan aktivitasnya demi menghargai dan menyambut tim blusukan tersebut. Mudah-mudahan hal yang sama juga disadari pasangan calon. Memiliki rasa ikhlas untuk membalas apa yang masyarakat lakukan sekarang.

Contoh lain adalah dalam mengangkat pembantunya di Pemerintahan. Pengangkatan tidak berdasarkan kepentingan balas budi saja. Namun mengedepankan kemampuan dan keahlian yang dimiliki masing-masing pejabat pemerintahan. Tentu disertai pertimbangan-pertimbangan yang akan memajukan daerah. Bukan pertimbangan yang diputuskan di kamar pribadi kepala daerah, tapi pertimbangan yang didasari kajian kebutuhan daerah dan masyarakat.

Contoh sederhana yang disebutkan di atas, hanya bagian kecil yang dapat dilakukan oleh kepala daerah. Intinya, ikhlas ini adalah tindakan kepala daerah untuk merelakan sedikit kemerdekaan pribadi untuk kepentingan masyarakat dan daerah. Jika itu dapat dilakukan oleh kepala daerah, maka kita optimis Kabupaten Bima akan menjadi salah satu daerah unggulan di Nusantara ini.

Kita berharap niatan-niatan membangun dengan ikhlas itu mengakar dalam hati para calon. Sehingga siapapun yang terpilih nantinya, memiliki visi yang sama yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan memajukan daerah di berbagai bidang.

*Penulis Juga Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *