Dewan Dapil II Akhiri Reses di Sadia

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Daerah Pemilihan (Dapil) II mengakhiri masa reses, Jum’at (25/9) sore di Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda. Dalam reses hari ketiga itu Anggota Dewan menyerap sejumlah aspirasi dan usulan program dari masyarakat dua kelurahan, yakni Kelurahan Mande dan Sadia.

Reses Dapil 2 DPRD Kota Bima di Kelurahan Sadia. Foto: Ady

Reses Dapil 2 DPRD Kota Bima di Kelurahan Sadia. Foto: Ady

Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofian mengatakan, dalam menyalurkan aspirasi pembangunan ada saluran yang bisa digunakan masyarakat. Pertama melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan Eksekutif. Kedua melalui reses atau penjaringan aspirasi yang dilaksanakan Legislatif.

Kedua saluran itu kata Feri, meski sama tujuannya tetapi berbeda mekanisme dan tahapannya. Musrenbang harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota dan berakhir di Badan Anggaran (Banggar) untuk mengesahkan anggarannya.

“Sementara kalau reses, kita jemput bola langsung kepada masyarakat. Tidak melewati tahapan tersebut. Aspirasi yang kami terima langsung ke meja Banggar. Karena itu, sampaikanlah aspirasi prioritas yang menjadi kebutuhan penting bersama,” kata Anggota Dewan Dapil II ini.

Isyarat yang disampaikan Feri, segera disambut masyarakat dengan aspirasi dan usulan program. Diantaranya, dari H Latief, Tokoh Masyarakat Mande. Ia mengusulkan agar diantara Mande dan Sadia dibangun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena kata dia, di Mande sudah berdiri sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Kampus.

“Yang belum ada ini SMP, padahal SDM kita sangat mendukung. Saya rasa ini menjadi kewajiban pemerintah sesuai amanat Undang-Undang untuk mencerdaskan anak bangsa,” usulnya.

Warga Mande lainnya, Zubair mengusulkan agar beberapa gang di Mande segera diaspal seperti kelurahan lainnya. Selain itu, adanya pembukaan jalan lingkar sebagai jalur alternatif menuju Sadia dengan Sambina’e.

“Kalau saya berharap agar Anggota Dewan mengalokasikan bantuan peningkatan ekonomi masyarakat. Seperti usaha bakulan dan peternakan sapi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Sadia dan Mande,” ujar Suparno, warga Sadia.

Sementara Tokoh Pemuda Mande, Amirudin meminta perhatian DPRD Kota Bima untuk membuat regulasi kos-kosan. Tidak saja mengatur soal pengawasan kos, tetapi juga menyangkut keamanan. Sebab diakuinya, hampir sebagian penghuni kos merupakan mahasiswa dari luar Kota Bima. Kehadiran mereka di Kota Bima tidak saja untuk belajar, tetapi seringkali mereka terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam bahkan senjata api.

“Kalau ditegur masyarakat, mereka cepat tersinggung. Kalau tidak ditegur juga salah. Kami mohon ini dipikirkan solusinya karena masyarakat resah dengan keberadaan senjata tajam dan senjata api anak kos,” terangnya.

Feri Sofian mengaku akan menampung semua aspirasi dari masyarakat. Hanya saja, tidak semua akan diakomodir dalam anggaran. Tergantung dari skala prioritas program yang diusulkan. “Intinya, mana yang prioritas akan langsung kita akomodir di dalam anggaran. Apalagi, awal bulan kita sudah membahas APBD Tahun 2016,” tuturnya.

Usai reses, Anggota DPRD Dapil II kembali menyerahkan bantuan peralatan olahraga. Diserahkan secara simbolis oleh Duta Nasdem, Mutmainna dan Duta PDI Perjuangan, M Tajil Arifin.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *