Golkar Jaring Balon Walikota dan Wawakot Bima

Kota Bima, Kahaba.- Dinamika politik di Kota Bima semakin menghangat menjelang suksesi kepemimpinan Kota pada 2013 mendatang. Bertempat di hotel La Ila, senin (28/5) malam, sejumlah fungisionaris partai Golkar Kota Bima menggelar proses penjaringan nama bakal calon walikota dan wakil walikota Bima. Usai penjaringan dilanjutkan dengan rapat konsolidasi di RM Lesehan Putri yang juga dihadiri oleh para fungisionaris Golkar Kabupaten Bima, Sekjen DPD I Partai Golkar NTB, anggota DPR RI.

Golkar Jaring Balon Walikota/Wakil Walikota Bima

Beberapa nama diusulkan oleh lima Pengurus Kecamatan (PK) untuk diusulkan sebagai calon walikota Bima, seperti Ketua DPRD Kota Bima sekarang, Hj. Fera Amalia yang diusulkan oleh seluru pengurus yang hadir, juga sejumlah tokoh diluar partai beringin seperti PK Mpunda yang memilih H. A. Rahman. H. Abidin dan dr. H. Sucipto, PK Rasanae Timur memilih sang incumbent HM. Qurais H. Abidin dan dr. H. Sucipto, PK Rasanae Barat memilih dr. Sucipto dan Drs. H. Sudirman, PK Raba memilih HM. Qurais H. Abidin, dr. H. Sucipto dan Drs. H. Sudirman, dan kemudian PK Asakota hanya memilih dr. Sucipto.

Untuk posisi wakil walikota dari dalam partai, lima PK mengusulkan sejumlah nama diantaranya H. Junaidin, SE, H. Wahidin HM. Nor, SE, Adbul Karim Azis, SH, Subhan HM. Nor, SH, Tamsil, SE, Tiswan, SH. Sedangkan di luar partai, nama Calon Wakil Walikota yang dipilih lima PK yakni Feri Sofyan, SH, H. Abdurahman H. Abidin, SE dan Drs. Zubaer HAR, MSi.

Sekjen DPD II partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaningrat SH., kepada wartawan di Lesehan Putri mengungkapkan bahwa proses penjaringan ini adalah tahapan awal partai untuk menerima masukan dari pengurus kecamatan terhadap elektifitas para bakal calon. Ini berdasarkan juklak nomor 13 tahun 2011 tentang tata cara rekrutmen calon gubernur, bupati, walikota dan wakilnya.

Lanjut Tiswan, nama-nama dari hasil penjaringan ini selanjutnya akan dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk kemudian dilakukan survei terhadap elektifitas para calon. Survei elektifitas ini akan dilakukan sebanyak tiga kali untuk memastikan bahwa calon yang akan diusung adalah benar-benar berdasarkan kecenderungan pemilih. Selain hasil survei, faktor lain yang menentukan terpilihnya calon adalah faktor finansial dan logistik. Namun kata Tiswan hasil akhir mengenai calon walikota/wakil walikota Bima akan ditetapkan dalam rapat pleno pengurus DPP Partai Golkar sekitar dua bulan sebelum perhelatan demokrasi pemilihan walikota Bima digelar.

Dalam momen konsolidasi partai yang digelar di Lesehan Putri Selasa (29/5) juga mengemuka dukungan dari para fungisionaris DPD Golkar Kab. Bima, untuk sepenuhnya menyukseskan agenda partai melalui segenap mesin-mesin Golkar Kabupaten yang berdomisili di Kota Bima. Hadir pula ketua DPD 1 NTB, Dr. Zaini Arony yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur partai beringin dalam memenangkan paket calon yang diusung. Zaini juga mengingatkan bahwa pemilihan Walikota Bima, Gubernur NTB, dan Bupati Lombok timur akan saling berdekatan, karenanya seluruh kader harus mengerahkan seluruh sumberdaya yang dimiliki untuk memenangkannya.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *