Tingkatkan Sinergi, PNPM Generasi Gelar Workshop

Kabupaten Bima, Kahaba.- Untuk meningkatkan sinergi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-GSC) Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMDes), Sabtu (3/10) menggelar Workshop Tingkat Kabupaten Bima di Aula Hotel Mutmainnah Kota Bima.

Peserta Workshop yang digelar PNPM Generasi. Foto: Hum

Peserta Workshop yang digelar PNPM Generasi. Foto: Hum

Kepala BPMDes Kabupaten Bima Abdul Wahab Usman, dalam laporannya menyampaikan, Forum workshop dilaksanakan untuk saling koordinasi dan bertukar pengalaman  untuk melahirkan rumus jitu untuk program.

“Workshop ini dihadiri 48 peserta dari instansi terkait, termasuk tingkat Kecamatan seperti KCD Dikpora dan PKM Kecamatan sebagai leading sektor di tingkat Kecamatan,” ujarnya melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma.

Selain 16  peserta dari SKPD terkait, workshop juga diikuti 32 orang peserta yang berasal dari UPTD pendidikan, Puskesmas, PJOK kecamatan dan fasilitator PNPM Generasi di Kecamatan Donggo, Monta, Belo, Lambu, Sape, Wera, Sanggar dan Ambalawi.

Wahab menjelaskan, realisasi Program ini sempat tertunda dan dapat direalisasikan setelah penetapan KPA oleh Kementerian Desa. Ini disebabkan karena perubahan nomenklatur di tingkat pusat.

“Alhamdulillah semua telah dimulai, perangkat aturan dan perangkat pendukung lain hingga tingkat kecamatan telah disiapkan, inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya workshop Koordinasi Program ini,” urainya.

Dari sisi anggaran, PNPM Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) kabupaten Bima pada tahun anggaran 2015 menyerap dana Bantuan Langsung Mandiri (BLM) Rp 12,05 Milyar. Disamping itu dana operasional kegiatan (DOK) kegiatan pelatihan masyarakat senilai Rp 637 juta dan DOK perencanaan Rp 866,7juta sehingga jumlah anggaran yang diserap program ini Rp13,03 milyar.

Pada kesempatan tersebut, Penjabat Bupati  H. Bachrudin memaparkan, PNPM pada intinya beroperasi pada penyedia (provider) layanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan. Karena intinya berada pada instansi kesehatan dan pendidikan maka koordinasi lintas sektoral pada bidang ini penting agar target operasional tercapai.

“Meskipun bantuan terus digulirkan, tetapi bila tidak ada kesadaran untuk memanfaatkan bantuan tersebut sesuai peruntukan dan pelayanan di tingkat Kecamatan dan Desa jauh dari standar pelayanan, maka akan  jauh dari harapan. Hal ini menjadi tugas dunia melalui MDGs, bagaimana negara seperti Indonesia menurunkan angka kemiskinan dan buta huruf,” jelasnya.

Bachrudin menandaskan, penting untuk sama-sama belajar dari fakta bahwa program ini ditujukan bagi penyadaran dimana pendidikan dan kesehatan penting. Untuk menciptakan kesadaran masyarakat, maka perlu dilatih dan diberikan pelayanan optimal agar mau menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan pokok. Upaya ini memerlukan kekompakan Tim pelaksana di tingkat kecamatan dan desa.

“Supervisi berkelanjutan dan sesuai jadwal sangat penting dilakukan melalui  pengecekan di lapangan untuk memastikan berjalannya sistem pelayanan seperti kesehatan. Fakta yang ditemukan di lapangan dibawa ke Workshop untuk dibahas dan dilakukan perbaikan ke depan agar proses kegiatan berjalan dengan baik, koordinasi berjalan baik, maka PNPM akan berjalan 100 persen dan dampaknya akan bagus dan berjalan sempurna bagi masyarakat,” papar Bachrudin.

Mengakhiri arahannya Pj. Bupati kembali menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan program. Mekanisme pengelolaan  perlu dibenahi  dan ada kunci yang diharapkan menjadi landasan para pelaksana PNPM, yaitu perlu adanya pelibatan unsur-unsur masyarakat yang berfungsi sebagai sumber potensi masyarakat di Desa, supaya memahami serta bertanggung jawab terhadap program. Juga perlu memperban monitoring fungsi layanan kesehatan dan pendidikan agar masalah yang muncul dapat segera diatasi.

Selanjutnya pada sesi diskusi dibagi dalam tiga bagian. Sesi I membahas evaluasi pelaksanaan program PNPM-Generasi di Kabupaten Bima dan  kebijakan umum program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bima. Pada sesi II materi yang dibahas adalah implementasi PNPM-Generasi sehat dan cerdas Kabupaten Bima oleh kabid kpa sosbud PPMWS.

Pada Sesi III, materi yang dibahas adalah capaian standar pelayanan minimum (SPM) bidang kesehatan tahun 2005  oleh Kadis Kesehatan dan informasi umum bidang pendidikan di Kabupaten Bima oleh Kadis Dikpora Kabupaten Bima.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *