Dinonaktifkan, Ketua Stikes Yahya Berikan Klarifikasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Stikes Yahya Bima Abdurrahman S.Kep, Ners, Sabtu (3/10) memberikan klarifikasi soal dinonaktifkannya Stikes Yahya Bima oleh Dikti dan Kopertis XII. Kampusnya, hanya diberikan peringatan dan teguran ringan. (Baca. Empat Kampus di Bima Dinonaktifkan)

Ketua Stikes Yahya Bima Abdurrahman S.Kep, Ners. Foto: Ady

Ketua Stikes Yahya Bima Abdurrahman S.Kep, Ners. Foto: Ady

“Status Nonaktif itu sebuah peringatan atau teguran ringan dari Kopertis atau Dikti terhadap Kampus yang ada di seluruh Indonesia. Status nonaktif itu berbeda dengan dicabut izinnya dan ditutup kampusnya,” tegas Abdurrahman.

Ditemui di Stikes Yahya , ia menjelaskan, status nonaktif itu ada empat, pertama karena kampus tersebut atau prodi nya memang ingin dihapus, kedua karena kampus telat memberikan laporan hasil evaluasi semester genap tahun ajaran 2014-2015 ke Kopertis melalui operatornya. Ketiga, karena kampus tidak memutakhirkan data dosen dan keempat rasio mahasiswa tidak sebanding dengan rasio dosen.

“Nah, Stikes Yahya Bima dinonaktifkan karena terlambat memberikan laporan laporan akademik hasil evaluasi semester genap tahun ajaran 2014-2015, yang setiap semester harus dilaporkan,” jelasnya.

Menurut dia, kendala pihaknya belum melaporkan poin kedua tersebut karena adanya persiapan wisuda yang dihelat sebelum pemberitaan sejumlah kampus yang dinonaktifkan tersebut dan persiapan nilai yang banyak bermasalah pada mahasiswa dan harus diperbaiki melalui kuliah ulang.

Masyarakat tidak perlu risau dengan informasi yang disampaikan Dikti dan Kopertis, ini hanya pembelajaran dan peringatan, terutama bagi pihkanya, sehingga sistem administrasi secara manajerial tetap dioptimalkan dalam sistem pengelolaan.

“Jadi, dalam waktu dekat kami secepatnya akan laporkan dan mutakhirkan data tersebut, dan secara otomatis Kopertis akan menghapus status nonaktif Stikes Yahya menjadi aktif,” paparnya.

Sambungnya, kendati mendapat status nonaktif, namun proses akademik dan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi nya tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya.

“Untuk itu kami minta kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk tidak risau dan Gelisah Galau Merasa (Gegana) karena pemberitaan di nonaktifkannya Sikes Yahya. Secepatnya laporan akademik itu akan kami selesaikan bulan ini,” janjinya.

Abdurrahman menambahkan, kepada 75 orang mahasiswa Stikes Yahya Bima yang di wisuda, tidak perlu resah, karena berita dinonaktifkannya Stikes Yahya tidak ada pengaruhnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *