Simpatisan SYUKUR dan DINDA Bentrok

Kabupaten Bima, Kahaba.- Konvoi simpatisan Pasangan Calon (Paslon) H. Syafrudin – H Masykur (SYUKUR) dan Hj. Indah Damayanti Putri – Dahlan M. Noer (DINDA), Sabtu (3/10) siang berujung bentrok. Dua warga dilaporkan terluka dalam insiden itu.

Kondisi bentrok simpatisan SYUKUR dan DINDA

Kondisi bentrok simpatisan SYUKUR dan DINDA

Informasi yang diperoleh Kahaba.net, bentrokan antar dua simpatisan Paslon terjadi di  di ruas Jalan Palibelo tak jauh dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin sekitar pukul 13.40 Wita. Paslon Nomor 3 dan Nomor 4 saat itu rencananya akan menggelar kampanye di  lokasi berbeda.

Paslon SYUKUR menurut jadwal akan ke Kecamatan Woha, sedangkan Paslon DINDA akan ke Kecamatan Palibelo. Kedua Paslon dan iringan konvoi pendukung tak disangka menuju lokasi kampanye pada waktu yang hampir bersamaan. Sehingga papasan massa pendukung kedua Paslon di ruas Jalan Palibelo tak bisa dihindari.

Belum diketahui pasti apa penyebab bentrokan terjadi dan pihak mana yang memulainya. Namun beberapa saat setelah iringan konvoi pendukung kedua Paslon berpapasan, aksi saling lempar menggunakan batu tiba-tiba terjadi. Bentrokan meluas dari awalnya hanya beberapa pendukung, kemudian merembet ke pendukung lainnya.

Aksi saling kejar-kejaran di jalan hingga areal persawahan pun terjadi. Untungnya, ketegangan mampu diredam sesaat setelah pihak Kepolisian mengamankan lokasi dan mengeluarkan tembakan peringatan.

Akibat insiden itu, dua pendukung salah satu Paslon terluka. Serta beberapa kendaraan rusak karena ikut terkena lemparan batu. Selain itu, arus lalulintas di jalan negara tersebut sempat macet total beberapa saat.

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian berapa jumlah korban dan apa penyebab bentrokan terjadi.

*Timkahaba

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *