Usut Kasus Bibit Bawang, Dewan Didesak Bentuk Pansus

Kabupaten Bima, Kahaba.- DPRD Kabupaten Bima didesak segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut kasus dugaan penyimpangan pengadaan bibit bawang merah. Desakan itu disampaikan sejumlah perwakilan masyarakat dalam aksinya di depan Kantor DPRD setempat, Senin (5/10) pagi. (Baca. Pengadaan Bibit Bawang Rp 18 Miliar Bermasalah)

Massa saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Bima, mendesak bentuk Pansus soal bibit bawang merah. Foto: Ady

Massa saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Bima, mendesak bentuk Pansus soal bibit bawang merah. Foto: Ady

Menurut Emil, Perwakilan Aksi, anggaran dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan itu tercium aroma korupsi. Hal itu terbukti dari banyaknya keluhan dan sorotan petani di Kabupaten Bima terkait kualitas bantuan bibit bawang merah tidak sesuai spek. (Baca. Bibit Bawang Gratis Banyak Dijual Warga)

“Anggaran ini tidak sedikit, tapi jumlahnya Rp 18 Miliar lebih. Kalau pengadaannya tidak sesuai spek, maka dipastikan negara dan petani sudah dirugikan,” sorotnya.

Selain soal spek jelasnya, ada indikasi bibit bawang dari Kelompok Tani di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima dibeli dengan harga murah dan tidak pantas. Dalam petunjuk pengadaan, semestinya bibit bawang dibeli dengan harga sekitar Rp 32 ribu per kilogram. (Baca. Polemik Bibit Bawang, Tayeb Berikan Penjelasan)

“Tapi fakta yang terjadi, banyak petani mengeluh bibit bawang mereka dibeli dengan harga Rp 7 ribu hingga Rp 9 ribu saja per kilogram. Harga tersebut sangat merugikan petani dan menguntungkan pihak ketiga serta dinas,” tuturnya.

Karenanya, Ia mendesak Pimpinan DRPD Kabupaten Bima membentuk Pansus untuk menelusuri kebenaran indikasi korupsi tersebut. Sebab, disinyalir ada indikasi konspirasi untuk mencari keuntungan bersama antara dinas terkait dan pihak ketiga pemenang tender.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *