Bahas Bentrok Simpatisan Paslon, Kapolda, Bupati, KPU dan Panwas Duduk Bersama

Kota Bima, Kahaba.- Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono Selasa (6/10) siang menggelar pertemuan tertutup dengan bersama Penjabat Bupati Bima, H. Bacharudin, Ketua KPU Kabupaten Bima Siti Nursusila dan Ketua Panwaslu Abdullah.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono. Foto: www.teliksandilombok.com

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono. Foto: www.teliksandilombok.com

Pertemuan di Convention Hall Paruga Na’e Kota Bima itu membahas insiden bentrok simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bima Sabtu (3/10) lalu. (Baca. Simpatisan SYUKUR dan DINDA Bentrok)

“Pertemuan ini sebagai langkah preventif dan menghimbau kepada simpatisan dan masyarakat untuk tidak melakukan konvoi saat menggelar kampanye terbatas. Sebab, konvoi dapat menimbulkan gejolak, sehingga mengganggu stabilitas daerah,” ujar Umar Septono usai pertemuan. (Baca. Korban Bentrok Konvoi Simpatisan Paslon Lapor Polisi)

Kata dia, menyikapi insiden tersebut agar tidak kembali terjadi, penyelenggara Pemilukada dan Bupati Bima diminta untuk bersama-sama mengatur jadwal dan rute kampanye. Jika, rute dan jadwal tersusun baik, maka kontak fisik tidak akan terjadi. “Insiden kemarin mungkin hanya kurang sadarnya masyarakat ditingkat bawah,” katanya.

Atas insiden itu, sambungnya, konvoi simpatisan Paslon tidak lagi dilakukan, karena berpotensi terjadi insiden serupa. Masyarakat juga diminta bisa menahan diri dan memberikan ruang bagi Paslon untuk silahturahim dari rumah ke rumah warga.

“Nanti jika situasi instabilitas meningkat, peristiwa bentrok juga menjadi pertimbangan pihaknya menambah personil dari Brimob dan TNI,” tambahnya.

Secara terpisah, Penjabat Bupati Bima Bacharudin mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas antisipasi terjadi kembali insiden bentrok. “Langkah langkah untuk menekan peristiwa tersebut, akan diatur kembali oleh penyelenggara Pemilukada,” ucapnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *