Pengelolaan Istana Bima Tergantung Political Will

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima, M. Aminurlah berpandangan, pengelolaan Istana Bima tergantung sungguh pada political will Kepala Daerah. Sebab, bangunan yang kini menjadi Museum ASI Mbojo itu merupakan cagar budaya yang pernah menjadi simbol Kesultanan Bima.

Museum ASI Bima. Foto: Bin

Museum ASI Bima. Foto: Bin

“Kembali kepada political will Kepala Daerah. Kalau merasa punya tanggungjawab jelas tidak akan membiarkan Istana Bima usang dan rusak dimakan usia,” kata, menanggapi kekuatiran Ahli Waris Kesultanan Bima, Hj. Siti Maryam terhadap pengelolaan Istana Bima. (Baca. Maryam Tegaskan Istana Bima Milik Kesultanan)

Menurut Politisi PAN ini, Istana Bima bukan sekedar bangunan tanpa arti dan makna. Namun, pernah menjadi saksi sejarah peradaban di tanah Bima sebagai daerah Kesultanan. Terlepas dari statusnya milik siapa, tetapi sebagai masyarakat Bima tentu sangat bangga mempunyai bangunan sejarah tak ternilai harganya.

Apalagi kata dia, di dalamnya masih tersimpan benda-benda bersejarah yang menjadi atensi peneliti dunia untuk mempelajarinya. Apabila tidak dirawat, maka dipastikan generasi masyarakat Bima ke depan akan asing dengan sejarah sendiri dan tidak bisa melihatnya lagi dalam kondisi utuh.

“Maka dari itu, Pemerintah Daerah sudah sepantasnya menjaga dan merawat warisan sejarah tak ternilai tersebut,” ujarnya.

Mengenai status kepemilikan, kata pria yang akrab disapa Maman ini, sepengetahuannya memang sampai saat ini masih milik Ahli Waris Kesultanan Bima. Karena belum pernah terlihat dalam catatan aset Pemerintah Kabupaten Bima. “Tapi kami akan cari tahu lagi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah,” terangnya.

Namun menurutnya, status itu bukan halangan bagi Pemerintah Daerah untuk merawat Istana Bima. Tinggal menjalin koordinasi dengan Ahli Waris bagaimana tehnis pengelolaannya.

“Kalau saya pribadi di DPRD, siap memperjuangkan alokasi anggaran untuk pengelolaan Istana Bima. Ini kan untuk kepentingan kita bersama, kenapa tidak berani,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. jamil

    Akhirnya masyarakat bima generasi mendatang tidak akan memiliki identitas sendiri, karena sejarahnya yang tinggi hilang ditelan zaman, SELAMAT u tuk generasi baru bima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *