Enggan Ditemui Sekda, Kepala UPT Geram

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lantaran enggan ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, HM Taufik HAK, Kepala UPT Dinas Perkebunan Kecamatan Monta, Umar HMA geram. Ia pun meluapkan kekecewaannya dengan menggerutu dan mengomel di ruang tunggu Bupati Bima, Senin (12/10) pagi.

KUPT Dinas Perkebunan Monta dan Soromandi saat menunjukan surat yang pernah diajukan sejak Tahun 2012 tapi tidak pernah direspon. Foto: Ady

KUPT Dinas Perkebunan Monta dan Soromandi saat menunjukan surat yang pernah diajukan sejak Tahun 2012 tapi tidak pernah direspon. Foto: Ady

Aksi pria beruban ini memantik perhatian sejumlah pegawai dari Pol PP yang berada di depan ruangan Bupati dan Sekda. Sesekali Ia bahkan berteriak sambil menuding Sekda dan Kepala Daerah mengabaikan pelayanan kepada masyarakat.

Kekecewaan Umar bukan tanpa alasan. Ia mengaku datang dari Monta meninggalkan pekerjaan sejak pukul 07.00 Wita hanya untuk bertemu Bupati dan Sekda. Namun, malah terkesan dibohongi pegawai setempat. Begitupun Sekda dinilainya sengaja selalu menghindar tidak ingin bertemu dengannya.

“Saya sudah disini sejak pagi buta bersama Kepala UPT Perkebunan Kecamatan Soromandi menunggu Sekda. Tapi, sampai berjam-jam kami menunggu hingga siang ini, kok Sekda malah keluar lewat pintu belakang menghindari kita,” ujarnya emosi.

Jelas saja kata dia, hal itu membuatnya kecewa dan emosi karena pegawai setempat malah mengaku Sekda masih di dalam ruangan sedang rapat. Padahal, awalnya mereka sudah menghadap Bupati untuk menyampaikan keluhan terkait kendaraan dinas yang hingga kini belum ada. Namun oleh Bupati, diarahkan untuk untuk bertemu Sekda menyampaikan aspirasi tersebut.

“Yang kami tidak bisa terima itu, kita disuruh tunggu sampai siang. Tetapi Sekda malah keluar lewat belakang dan kami tidak diberitahu oleh pegawai. Ini sama saja membohongi kami,” akunya.

Saat melihat sejumlah pejabat keluar dari ruangan Sekda, Ia baru mengetahui bahwa Sekda sudah tidak ada di ruangan. Staf Sekda beralasan kalau atasannya sudah melayat keluarga yang meninggal. “Kami pahami Sekda melayat, tapi kasitau yang benar dong. Jangan suruh kami menunggu,” ujarnya.

Umar mengaku, sudah berulang kali datang untuk mengadukan keluhan soal kendaraan dinas yakni sejak Tahun 2012. Bahkan sudah bersurat resmi melalui Kepala Dinas. Kemudian ditindaklanjuti ke Kepala Daerah. Namun, meski Kepala Dinas sudah dua kali berganti belum juga ada respon positif.

“Padahal ini penting menyangkut tugas kita di lapangan. Kita melayani masyarakat dan meninjau perkebunan satu kecamatan tidak mungkin jalan kaki. Sementara SKPD lain untuk ukuran Kepala Seksi dan UPTD semua sudah punya sepeda motor,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala UPT Perkebunan Soromandi, M Yamin. Lantaran tidak didukung kendaraan operasional, terpaksa kerap menggunakan ojek selama bertahun-tahun. “Saya berharap, apa yang menjadi keluhan kami ini dapat diperhatikan oleh pemerintah daerah. Apalagi kondisi Kecamatan Monta dan Soromandi sangat membutuhkan kendaraan,” pungkasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *