6 Tahun Vakum, PD Wawo Kembali Beroperasi

Kota Bima, Kahaba.- Setelah enam tahun nasibnya tidak jelas, Perusahaan Daerah (PD) Wawo pada akhir Setember Tahun 2015 sudah mulai kembali beroperasi. Ahyar yang ditunjuk sebagai Presiden Direktur PD Wawo, Direktur Umum H. Nurdin dan Direktur Keuangan H. Ridwan dipercaya untuk mengemban amanat tersebut.

Presiden Direktur PD Wawo, Ahyar. Foto: Bin

Presiden Direktur PD Wawo, Ahyar. Foto: Bin

“Kami jaminkan moral untuk perkembangan perubahan PD Wawo. Kami berkomitmen dan kami akan bekerja keras, siang malam, untuk memperbaiki manajemen dan administrasi. Insya Allah kami targetkan waktu enam bulan pertama, pembenahan dari dalam selesai,” ujarnya penuh semangat.

Ahyar yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10) mengatakan, setelah dilantik oleh Penjabat Bupati Bima tanggal 29 September di Ruangan Bupati Bima, pihaknya sudah mulai bergerak. Yang pertama dilakukan yakni meminta kepada Inspektorat Kabupaten Bima untuk melakukan audit pembatasan.

Itu dimaksudkan, karena sejak Tahun 2010 dalam Perda mengenai PD Wawo, setiap tahun anggaran dialokasikan sebanyak Rp 300 juta. Tapi pengurus lama tidak pernah menerima anggaran tersebut.

“Nah ini yang perlu dilakukan audit pembatasan, agar tidak mesti kami yang akan menanggung kelola anggaran kepengurusan sebelum kami,” katanya.

Selama empat Tahun kedepan, menurut Ahyar, akan banyak yang dilakukannya untuk mengembangkan PD. Wawo. Sesuai Visinya mewujudkan PD Wawo yang maju dan mandiri dengan memanfaatkan secara optimal SDA dan memajukan SDM lokal, maka pihaknya akan menggarap maksimal sektor – sektor yang memiliki prospek jelas.

“Alhamdulillah beberapa pekan kami bekerja sudah ada investor yang melirik, seperti investor Jambu Mente dari India, Garam Rakyat dari Banjarmasin, kemudian Pertanian dari Jember,” sebutnya.

Untuk mendukung kerja, pihaknya pun sudah melayangkan proposal pengajuan anggaran sebanyak Rp 5 Miliar kepada Pemerintah Daerah. Karena tidak bisa dipungkiri, PD. Wawo bisa berbuat lebih banyak jika didukung dengan modal yang cukup.

“Kalau Proposal kami diterima, saya pastikan PD. Wawo akan menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak Rp 1 Miliar pertahun,” tuturnya dengan percaya diri.

Ahyar menambahkan, dirinya dan dua rekannya akan bersungguh – sungguh membesarkan perusahaan daerah tersebut dengan kerja nyata dan kerja keras. “Saya sudah bersumpah, kalau macam macam, saya akan dilaknat oleh Allah,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *