Warga Tanjung Sorot Drainase Primer Senilai Rp 6,8 Miliar

Kota Bima, Kahaba.- Pembangunan sistem drainase Primer yang sumber anggarannya senilai Rp 6,8 Miliar dari APBN mendapat sorotan dari warga.

Ilustrasi

Ilustrasi

Proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bidang Cipta Karya yang bertujuan untuk penyehatan pemukiman penduduk itu justeru menambah masalah baru.

Sebab, proyek Tahun 2015 yang tersebar di sejumlah titik lingkungan Kelurahan Kota Bima, salah satu yakni di Kelurahan Tanjung malah membuat resah warga. Padahal baru dibangun, proyek tersebut malah membuat jalur air yang mengalir sampai ke laut mandek.

“Dikuatirkan kondisi ini juga akan terjadi pada musim penghujanan, air bisa meluap ke pemukiman warga ” kata pegiat anti korupsi LIDIK Kota Bima, Rafikurrahman, di Tanjung, Selasa (13/10).

Begitu juga dikeluhkan Tobing warga setempat. Menurutnya proyek itu bukan membawa berkah, justru membawa bencana. Kekuatiran ini setelah mendapatkan keluhan dari warga lain.

“Mestinya proyek ini dipertimbangkan, atau minimal disosialisasikan kepada masyarakat sekitar,” harapnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. yus

    jangan hanya kritik lewat media om om, jgan hanya omong besar salah ini, salah itu lah, kalau emang akan jadi masalah untuk kpentingan dan kenyamanan warga bongkar saja, konsutasikan dengan pemerintah biar warga nyaman, kritik sampai tuntas hingga drainase itu tdk menjadi masalah bagi warga, kami akan dukung pembangunan yang ada demi kenyamanan warga bukan kesengsaraan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *