Barang Berharga Jemaah Haji Hilang di Koper

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah barang – barang milik Jemaah Haji asal Kabupaten Bima di dalam koper hilang. Bahkan, koper yang hendak diambil dalam keadaan rusak, tidak terlilit tali, gemboknya rusak dan resleting koper dalam keadaan terbuka.

Ilustrasi

Ilustrasi

Tidak terima kehilangan barang – barang mereka seperti seperti emas, pakaian, kurma dan oleh – oleh dari tanah suci, sebanyak tujuh orang jemaah haji mengadu ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, Senin (19/10). Mereka mempertanyakan kehilangan tersebut.

Hj. Lemon Idrus mengaku, mereka mengetahui kehilangan tersebut saat hendak mengambil Koper di kantor KUA Woha. Merasa banyak barang yang hilang, mereka pun memanggil Polisi dan membawa koper tersebut di Kantor Kemenag bersama kepala KUA setempat, Sabtu malam lalu.

Ia merasa yakin, hilangnya barang-barang para jemaah haji itu karena dicuri. Sebab, koper dalam keadaan rusak, tidak terlilit tali, gemboknya rusak dan resleting koper dalam keadaan terbuka.

“Yang membuat kami semakin curiga, saat di bawa ke Kemenag petugas justeru mau menerimanya, padahal kami datang bersama polisi. Setelah ada perintah kepala Kemenag, Koper tersebut pun dibuka,” ujarnya.

Bahkan saat itu, sambung Hj. Lemon membeberkan kecurigaannya, saat masuk bersama petugas kepolisian, melihat ada dua orang di dalam ruang kantor sedang memegang tali bekas pembungkus koper.

Ia memperkirakan, sekitar 60 koper yang kondisinya sudah tidak lagi terikat tali pengaman serta kondisi gembok yang sudah rusak. Kerusakan koper itu diperkirakan terjadi saat sudah sampai di Indonesia. Karena saat di Bandara, di tanah suci Jemaah Haji melihat sendiri koper masih dalam kondisi terikat tali. Begitupun saat di Asrama Haji di Lombok, juga masih utuh.

”Kami juga heran, kenapa bisa begitu, makanya kami minta pertanggungjawaban dari Kemenag sebagai petugas haji. Saya juga meminta ganti rugi, karena saya kehilangan emas seberat 20 gram, reko dan kurma serta berbagai barang lainnya,” sebutnya.

Hal yang sama disampaikan H. Sahril, Jemaah Haji asal Desa Pandai itu mengaku kaget saat akan mengambil koper kemarin, setelah diperiksa di depan petugas KUA, ternyata sudah tidak terikat tali dan dalam kondisi rusak. “Setelah diperiksa ternyata benar, isi kopernya banyak yang hilang,” katanya.

Sementara itu, Kabid Urusan Haji dan Umroh Kemenag Wilayah NTB Ma’ad Umar menduga hilang barang dalam koper saat diperiksa di bandara Madinah, karena membawa barang dilarang dalam penerbangan.

“Sering kami ingatkan Jemaah Haji, agar barnag – barang tidak disimpan di koper. Jika Koper dibuka saat di Madinah, maka pihaknya tidka bertanggungjawab. Apabila dititip pada petugas, baru kita bertanggungjawab,” tuturnya.

Soal kondisi tali koper yang terbuka dan gembok rusak, ia menjelaskan, saat turun dari pesawat Koper langsung masuk ke aula dan dibawa ke masing-masing daerah. “Yang jelas, kopernya banyak sampai ratusan, tidak mungkin diperiksa semua,” ucapnya.

Saad menambahkan, ia bersama jajaran Kemenag Kabupaten Bima pun sepakat, apabila keluarga Jemaah Haji hendak melaporkan maslaah kehilangan itu ke Polisi, agar dapat diketahui kejadian sebenarnya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *