Tugas Staf Ahli Fraksi Tak Jelas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Semangat awal Anggota Fraksi di DPRD Kabupaten Bima untuk mendorong adanya Staf Ahli Fraksi tak sesuai harapan. Pasalnya, setelah masing-masing fraksi memiliki Staf Ahli, justru keberadaan mereka tak dianggap dan terkesan tak punya tugas jelas.

Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Bima, Ilham Yusuf. Foto: Ady

Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Bima, Ilham Yusuf. Foto: Ady

Bahkan, keberadaan mereka kurang diketahui publik karena jarang terlihat mendampingi para Wakil Rakyat tersebut. Tak hanya itu, ruangan kerja Staf Ahli hingga kini belum ada, sama halnya dengan ruangan semua fraksi.

“Semenjak diangkat menjadi Staf Ahli saya hampir tidak pernah punya tugas sama sekali. Masalahnya saya mau bekerja apa, sementara fraksi tidak pernah meminta saran, usulan atau pemikiran,” ungkap salah seorang Staf Ahli DPRD Kabupaten Bima kepada Kahaba.net, kemarin.

Kondisi itu diakui, hampir sama dirasakan Staf Ahli pada semua fraksi. “Ketika kami ingin hadir berkantor di DPRD, ruangan juga tersedia. Mau bagaimana, saya pribadi hanya menerima gaji saja setiap bulan,” akunya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera, Ilham Yusuf membantah keberadaan semua Staf Ahli tidak dianggap. Justru, Ia mengaku Staf Ahli di fraksinya memiliki peran penting untuk memberikan usulan dan masukan terkait tugas fraksi.

“Kalau di fraksi kami, peran Staf Ahli jelas sesuai tupoksinya dan kami selalu mengajaknya diskusi. Walaupun memang satu orang itu belum cukup. Kami tidak tahu kalau di fraksi lain,” terangnya.

Menurut Ketua DPD PKS Kabupaten Bima ini, pemberdayaan Staf Ahli yang sudah diangkat tergantung pada fraksi masing-masing. “Kalau soal ruangan kerja memang belum ada. Fraksi juga kan sama belum ada ruangan kerjanya. Semua masih menggunakan ruangan komisi,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *