Pukuli Guru, Oknum Siswa Didemo Rekannya

Kabupaten Bima, Kahaba.- Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA Negeri 1 Belo, Kamis (22/10) pagi lumpuh total. Kondisi itu terjadi karena imbas kasus pemukulan guru oleh siswa sehari sebelumnya. Para guru setempat mogok mengajar, sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan satu profesi.

Siswa saat menggelar aksi. Foto: Ady

Siswa saat menggelar aksi. Foto: Ady

Mereka menolak mengajar sebelum kasus itu diselesaikan dan oknum siswa pemukul guru diberikan sanksi setimpal. Tak hanya para guru, reaksi spontanitas juga ditunjukan sejumlah siswa. Mereka menyikapi kasus itu dengan menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolah setempat.

Para siswa menuntut, agar rekannya yang dinilai berbuat kasar terhadap guru segera dikeluarkan dari sekolah. Mereka juga mendesak agar, siswa lain yang terlibat perkelahian sehari sebelumnya diberikan sanksi tegas sesuai perbuatannya.

Penyampaian aspirasi spontanitas siswa ini dituangkan dalam bentuk tulisan di atas kertas manila ukuran A1. Isi tulisan itu beragam, memuat penolakan mereka terhadap tawuran dan segala bentuk tindak kekerasan oleh siswa.

Seperti tulisan yang ditunjukan salah satu siswa. Ia menulis “Kami adalah pelajar, kami berhak mendapatkan hak kami dan kami merasa seperti dirugikan. Kami ingin menuntut, bahwa pelajar yang melakukan tindakan kekerasan harus dikeluarkan”.

Salah satu guru setempat yang dihubungi Kahaba membenarkan, KBM di SMAN 1 Belo lumpuh total karena aksi mogok mengajar guru dan demonstrasi siswa. Menghindari kejadian tidak diinginkan, pihak sekolah akhirnya memulangkan seluruh siswa lebih awal.

“Kemarin memang ada perkelahian siswa. Kemudian salah satu guru berusaha melerai, tetapi malah dipukuli oleh siswa yang berkelahi itu. Makanya ada reaksi seperti ini,” ungkap guru yang meminta tidak tulis namanya ini.

Menyikapi kasus itu lanjutnya, UPTD Dinas Dikpora Belo dan pihak sekolah menggelar pertemuan saat itu juga. Hasil kesepakatan, oknum siswa pemukul guru dikembalikan kepada orangtuanya atau dikeluarkan. “Poin lain hasil pertemuan belum kami ketahui. Intinya kasus ini diselesaikan dulu secara internal,” ujarnya.

Secara terpisah, Kabid Dikmen Dinas Dikpora, Amirudin yang dikonfirmasi mengaku, sudah mengetahui kejadian itu. Hanya saja belum mendapatkan laporan resmi dari pihak sekolah bagaimana kronologis kejadian.

“Kalau memang benar ada guru yang dipukul siswa kita sangat menyesalkan. Saya sudah koordinasi dengan jajaran di bawah untuk segera mengumpulkan informasi terkait kasus di SMAN 1 Belo ini,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. dou anget

    Bima……, sad dah ane ngeliat yang gini. Gimana bisa kualitas SDM naik kalau generasinya sok keren macem ne……, apa mau menciptakan generasi tukang pukul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *