Walikota Bima ‘Tolak’ Proyek Kali Romo

Kota Bima, Kahaba.- Proyek normalisasi Kali Romo senilai Rp 6,8 Miliar tidak saja ditolak oleh warga Kelurahan Sarae, Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin yang berkesempatan mengunjungi proyek APBN itu juga menolak. (Baca. Proyek Normalisasi Kali Romo, Diduga Bermasalah)

Walikota Bima saat mendengarkan aspirasi warga di sekitar Kali Romo. Foto: Eric

Walikota Bima saat mendengarkan aspirasi warga di sekitar Kali Romo. Foto: Eric

“Bila proyek ini tidak ada manfaat buat warga saya, lebih baik dikembalikan saja,” tegasnya saat mengunjungi lokasi proyek sekaligus mendengar aspirasi warga setempat, Sabtu (24/10).

Orang nomor satu di Kota Bima itu meminta kepada warga Kelurahan Sarae yang ingin memboikot pengerjaan Kali Romo, akan berkomunikasi dengan Dinas PU Kota Bima, dan memanggil kontraktor. Karena diketahuinya, masyarakat menganggap pengerjaan itu tidak sesuai RAB, seperti saat sosialisasi bersama warga di Kantor Kadin Bima beberapa waktu lalu.

“Saya akan panggil kontraktor, untuk klarifikasi terkait pengerjaan proyek tersebut,” ujarnya.

Pantauan Kahaba.net, sebelum Walikota Bima hadir dilokasi, puluhan warga Kelurahan Sarae berkumpul di Kali Romo. Saat itu juga terlihat kontraktor masih melanjutkan pekerjaan tersebut.

Di tempat yang sama, Kaharuddin RT 04 RW 02 menyorot, proyek tersebut hanya buang-buang anggaran Pemerintah saja, karena warga sekitar Kali tidak mendapatkan manfaat sama sekali. Karena dasar kali tidak dikeruk, tapi langsung di cor. Saat hujan lebat, banjir akan meluap di pemukiman warga.

“Pekerjaan ini sangat jauh berbeda seperti yang disosialisasikan dulu di Kantor Kadin. Kontraktor dulu mengaku kali akan mengeruk menggunakan alat berat sedalam satu hingga dua meter. Kenyataannya, kali hanya dikeruk secara manual oleh warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Nurhayati (48) warga setempat meminta kepada Walikota Bima untuk memperjuangkan aspirasi mereka. Karena Kelurahan Sarae, selalu menjadi langganan banjir setiap tahun.

“Mohon kepada Walikota Bima untuk memperjuangkan suara kami. Jika memang proyek tersebut tidak bermanfaat, dikembalikan saja,” harapnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Kali Romo itu sangat dibutuhkan untuh mencegah banjir menggenangi perkampungan dan rumah penduduk maka harus dikerjakan dengan benar, tidak hanya sekedar dijadikan proyek untuk mencari keuntungan, masayakat kampung Sarae dan Walikta bermusyawarah agar proyek terbut dapat dilanjutkan

  2. ALKHAFILLI

    PROYEK KALI ROMO SAMA DENGAN KABUT ASAP DI RIAU KALAU NGGAX DI TANGANI DENGAN SERIUS MASALAH BANJIR AKAN TIMBUL LAGI,JALAN SATU -SATUNYA CARA HARUS DI GALI DAN KALAU NDAX DI GALI BANJIR AKAN DATANG LG YANG MALU BAPAK WALI KOTA BIMA MASAK DI DAERAH PUSAT PERKONOMIAN BANJIR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *