Lutfi Silaturrahmi dengan Ponpes Imam Syafi’i

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPR RI Dapil NTB, H Muhammad Lutfi, Minggu (25/10) sore bersilaturrahmi dengan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Syafi’i di Kelurahan Melayu Kota Bima. Kunjungan itu merupakan bentuk perhatian Anggota Komisi VIII ini terhadap kemajuan lembaga pendidikan keagamaan di daerah.

Anggota DPR RI Muhammad H. Lutfi saat sosialisasi empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Imam Syafi'i. Foto: Ady

Anggota DPR RI Muhammad H. Lutfi saat sosialisasi empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Imam Syafi’i. Foto: Ady

Pada kesempatan tersebut, Lutfi bertatap muka dengan para santri dan pengajar Ponpes Imam Syafi’i di dalam ruangan kelas. Pertemuan itu berlangsung penuh keakraban dan kehangatan. Pimpinan Ponpes setempat, Ustad Fu’ad mendampingi Politisi Golkar itu berdialog dengan santri dan pengajar.

Selain menyerap aspirasi mereka, para santri juga diberikan pengetahuan tentang Empat Pilar Kebangsaan. Santri Ponpes dinilai penting mendapatkan pengetahuan itu, untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan kebangsaan sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

“Empat Pilar Utama Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesaturan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika mengandung nilai-nilai gotong-royong, semangat musyawarah mufakat, toleransi, persatuan dan kesatuan. Ini harus kita tanamkan sejak dini pada generasi kita,” jelasnya.

Usai silaturrahmi, Lutfi menyerahkan bantuan buku panduan Empat Pilar Kebangsaan kepada para santri. Buku itu diharapkan menjadi bahan bacaan, selain pengetahuan keagamaan yang didapatkan dari Ponpes.

Pimpinan Ponpes Imam Syafi’i, Ustad Fu’ad mengapresiasi bentuk perhatian Muhammad Lutfi terhadap kemajuan pendidikan di Ponpes. Selain itu, Ia sangat bersyukur terkait rencana untuk memperjuangkan anggaran peningkatan sarana maupun prasarana Ponpes setempat di Pemerintah Pusat.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Pancasila itu dasar negara, dijadikan pilar kebangsaan itu merupakan penghiatan, dan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini merupakan proyek partai politik yang dianggarkan melalui APBN yang menghamburkan uang rakyat Triliunan rupiah. Dasar itu fondasi atau landasan, sedang pilar itu adalah tiang, dan tiang itu berdiri dan ada diatas landasan, maka jelas perbedaannnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *