Paslon Khair-Hamid Tampil Blak-Blakan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bima, Khair-Hamid (KH) tampil blak-blakan dalam debat antar Paslon, Senin (26/10) pagi. Pasangan dari jalur perseorangan ini memecah suasana kekakuan menjadi cair selama debat berlangsung.

Pasangan Khayir - Hamid saat berada di arena Debat Paslon. Foto; Raka Mariko

Pasangan Khayir – Hamid saat berada di arena Debat Paslon. Foto; Raka Mariko

Saat memberikan pemaparan visi-misi dan menjawab pertanyaan, KH tampil lugas, kritis dan berapi-api berbicara tanpa konsep. Hal ini menegaskan, bahwa Paslon Nomor Urut 1 ini memang patut diperhitungkan layaknya jargon mereka sebagai Kuda Hitam.

Misalnya ketika menjawab pertanyaan dari Paslon lain soal upaya meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Bima. Khair memulai jawaban dengan kritis. Cabub asal Desa Kae ini, mengibaratkan perjalanan Kabupaten Bima sebuah kapal yang berlayar. Namun, hingga kini belum mengantarkan kemajuan, meski nahkodanya sudah diganti beberapa kali.

Ia bahkan mengkritisi, Pemekaran Kabupaten Bima merupakan kecelakaan sejarah karena menyebabkan rendahnya kualitas kesehatan. “Kabupaten Bima terusir dari Kota Bima, sementara pelayanan kesehatan kita tercabik-cabik. Buktinya, sarana dan prasarana Kabupaten Bima tidak ada. Rumah sakit hanya bangunannya saja yang ada, sementara alat-alat kesehatannya belum dimiliki,” kritik dia.

Karenanya, bila Allah menitipkan KH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bima, maka yang pertama pihaknya lakukan yakni meningkatkan kualitas rumah sakit dan pelayanannya. Tenaga-tenaga medis dokter akan dikirim untuk menempuh studi spesial supaya pelayanan kepada masyarakat bisa dioptimalkan.

Sanga disesalkan kata dia, Kabupaten Bima sebagai gerbang wilayah timur tidak memiliki kualitas pelayanan kesehatan. Setiap ada masyarakat yang sakit tidak bisa ditangani, tetapi selalu dikirim ke Mataram dan Bali. Apa salahnya lanjut dia, Kabupaten Bima yang memiliki potensi besar ini membangun kesehatan yang lebih baik.

“Sehingga masyarakat kita dan saudara-saudara kita yang dari timur bisa datang berobat ke Bima. Caranya adalah, tingkatkan kemampuan tenaga medis kita, alat-alat kesehatan kita,” paparnya.

Gaya bicara yang tegas dan lantang juga diperlihatkan pasangannya, Hamid. Cawabup asal Sape ini tampil lugas ketika menjawab pertanyaan terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bima dengan anggaran yang terbatas.

“Kebersamaan adalah kunci sebuah keberhasilan. Tidak ada yang tidak bisa kalau memang kita berangkat dengan kebersamaan. Kecil anggaran itu, kecil jalan itu, budaya gotong royong harus kita sambung kembali,” tegasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. MujakirMee@gmail.com

    Sudah saatnya kabupaten Bima mampu meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas sekarang maupun masa datang

  2. MujakirMee@gmail.com

    Dengan hadirnya calon Independen kabupaten Bima merupakan peradaban polotik yang dinamis untuk merancang bangun seluruh aspek kehidupan kabupaten Bima, dan ini akan memberi terapi politik bagi partai yang selama ini konotasinya menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan serta mepertahankan kekuasaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *