Warga Miskin 15,13 Persen, Ini Strategi Ady-Zubair

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pada segmen kedua debat terbuka, betul-betul mengadu konsep dan strategi masing-masing Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bima. Sebab, pada segmen ini Paslon mendapatkan pertanyaan acak dari panelis. Setiap Paslon mendapatkan satu pertanyaan mengenai isu yang berbeda dan mereka harus siap dengan jawabannya.

Ady - Zubair saat berada di debat Paslon. Foto; Raka Mariko

Ady – Zubair saat berada di debat Paslon. Foto; Raka Mariko

Sesuai hasil undian pertanyaan yang diambil, Paslon Ady Mahyudi-Zubair HAR (MAJU) mendapatkan pertanyaan terkait potret kemiskinan di Kabupaten Bima. Sebelum menjawab pertanyaan, Paslon MAJU terlebih dahulu disuguhkan dengan video dokumenter yang memperlihatkan kondisi kemiskinan di Kabupaten Bima yang masih terbilang tinggi, yakni sebanyak 15,13 persen.

Oleh Moderator, Paslon Nomor 2 ini diharuskan memaparkan strategi penanggulangan kemiskinan tersebut bila nanti terpilih. Pertanyaan ini dijawab oleh Cawabup, Zubair HAR.

“Minta ijin moderator, saya bayangkan dulu diri saya berdiri disini sebagai Wakil Bupati Bima menyampaikan LPJ beberapa bulan kedepan. Ada beberapa langkah yang akan kami terapkan yakni. Bila terpilih sebagai pemimpin bukan sebagai penguasa,” kelakar Zubair mengawali jawabannya.

Menurut Mantan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima ini, perlu dipahami masalah kemiskinan harus ditinjau dari berbagai aspek. Kemiskinan bukan saja karena faktor ekonomi, tetapi juga karena faktor pendidikan. Ada sejumlah strategi penanggulangan yang telah disiapkan pasangan dengan jargon Santun Bersahabat ini untuk diprioritaskan.

Diantaranya, memperbaiki program perlindungan sosial. Dalam hal ini kata dia, program pemerintah selama ini bertujuan memberdayakan kaum miskin, tetapi malah diperdayakan. Sehingga masyarakat yang tadinya miskin menjadi bertambah miskin. Bahkan, sesungguhnya yang tidak miskin menjadi miskin karena penanganan yang tidak tepat.

“Karenanya, kita harus pahami bahwa masyarakat miskin juga sumber daya yang harus diberdayakan sebagai subyek pembangunan bukan sebagai obyek pembangunan,” tegasnya.

Stategi berikutnya papar dia, yakni berkomitmen meningkatkan akses infrastruktur. Realita yang terjadi saat ini diakuinya, jumlah anak-anak yang belum mengenyam pendidikan tinkat atas masih terbilang tinggi karena hidup terisolir dan jauh dari akses infrasktruktur memadai.

“Itu menunjukan bahwa perhatian pemerintah masih belum merata dalam hal akses infrastruktur penunjang. Ibarat lagunya Meggi Z berjudul Gubuk Derita,” ujarnya.

Kemudian strategis lainnya sambung Zubair, yakni pihaknya akan melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat miskin. Strategi ini dinilai selaras dengan visi-misi Paslon MAJU yakni akan mengembangkan home industry (industri rumah tangga). Sehingga pemberdayaan masyarakat Kabupaten Bima ke depan semakin maju dan mandiri.

“Terkadang kenyataanya saat ini, bantuan pemerintah seperti Beras Miskin (Raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bukan malah memberdayakan tetapi justru membuat masyarakat miskin menjadi manja dan tidak mau bekerja. Padahal kata Nabi, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” pungkasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *