Dinda Maharani Juara Matematika Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Dinda Maharani Putri, siswi asal SDN 06 Kota Bima berhasil mengharumkan nama sekolahnya. Siswi asal Kelurahan Kodo ini meraih juara pertama Lomba Matematika tingkat Kota Bima. Lomba itu digelar Dinas Dikpora Kota Bima di SDN 24 Kota Bima, Selasa (27/10) pagi.

Dinda Maharani Putri

Dinda Maharani Putri

Selain Dinda, dua siswa lainnya yakni Nurabiah dari SDN 19 Kota Bima dan Muhamad Al Gifary dari SDIT Insan Kamil juga menempati peringkat pertama karena meraih poin yang sama. “Ketiganya sama-sama mengantongi nilai tertinggi, 51,43 poin,” terang Kepala Dinas Dikpora Kota Bima melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Taufikurahman.

Sementara terbaik kedua, diraih empat siswa dari sekolah berbeda pula. Yakni Nabila Febriyanti dari SDN 49, Novi Andirani dari SDN 55, Nur Chandra dari SDN 21 dan Dea Ananda dari SDN 46 Kota Bima. “Keempat siswa tersebut sama-sama meraih nilai 48,57 poin,” terangnya.

Kemudian juara tiga, diraih tiga siswa pula. Masing-masing, Ahmad Faras dari SDN 11, Muflin El fadel dari SDIT Insan Kamil dan Ainul Husna dari SDN 19 Kota Bima. Ketiganya meraih nilai 45,71 poin. Sepuluh siswa yang berhasil meraih juara pertama hingga juara ketiga tersebut berhasil menyisihkan 90 siswa lainnya wakil dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Bima.

Taufikurahman mengaku, lomba Matematika tingkat Kota Bima kali ini berbeda dengan lomba sebelumnya. Selain sebagai program rutin Dinas Dikpora, lomba tersebut memiliki tingkat kesulitan tinggi atau disebut Lomba Matematika Pasiad. Ada hitungan dan bobot penilaian yang berbeda dari 35 jumlah soal yang dikerjakan.

“Artinya, butuh tingkat kemampuan siswa yang lebih dari lomba sebelumnya. Apalagi, soal yang dilombakan juga diambil dari bank soal dan diacak tim penilai,” tuturnya.

*Bin/Ady 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *