SMP 6 Kota Bima Juara Lomba Upacara

Kota Bima, Kahaba.- Latihan Upacara Bendera secara kontinyu yang dilakukan SMP Negeri 6 Kota Bima berbuah manis. Karena giliran mengikuti lomba, sekolah tersebut pun bisa mengatasinya dengan baik dan menjadi juara pertama tingkat Kota Bima.

Kepala SMP 6 Kopta Bima Hj. Nurma (Empat dari Kanan) sat berpose dengan jajaran guru. Foto: Deno

Kepala SMP 6 Kopta Bima Hj. Nurma (Empat dari Kanan) sat berpose dengan jajaran guru. Foto: Deno

Juara lomba upacara yang di ikuti sekitar 30 sekolah tingkat SMP dan MTsN se-Kota Bima baik Negeri ataupun swasta itu pun menjadi daftar semakin berprestasinya sekolah tersebut di setiap bidang.

“Alhamdulillah SMP Negeri 6 Kota Bima dapat juara. Tadi pagi diumumkan saat upacara Sumpah Pemuda di halaman Kantor Walikota Bima Bima,” ujar Kepala SMP Negeri 6 Kota Bima, Hj. Nurma, saat ditemui di ruangannya, Rabu (28/10).

Kata dia, lomba tersebut dilaksanakan di masing-masing sekolah, tim penilai pun turun ke tiap sekolah untuk menilai. Penilaian lomba mencakup semua, baik di sisi tata cara upacara, kekompakan, keindahan, baris berbaris, serta keseragaman kostum yang dipakai. “Dari Lomba ini kami mendapat piala, piagam dan uang dari pembinaan,” katanya.

Hj. Nurma mengakui, latihan upacara bendera sudah rutin dilaksanakan di sekolahnya sejak dulu. Mengikuti lomba pun bukan tiba masa tiba akal, tapi prosesnya sudah dilakukan sejak bebrapa tahun yang lalu. “Kami latihan upacara bendera dua kali dalam seminggu,” ucapnya.

Ia menambahkan, berkat kekompakan dan kerjasama yang baik seluruh civitas sekolah, SMP Negeri 6 Kota Bima sudah telah banyak meraih sejumlah prestasi. Seperti gerak jalan indah, tiga regu yang diutus, semuanya mendapatkan juara. Begitupun 10 medali emas dalam kegiatan pramuka, hampir semua direbut oleh sekolahnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *