Melanggar Perlindungan Konsumen, Bolly Mart Akan Ditindak

Kota Bima, Kahaba.- Sikap kasir Bolly Mart Kelurahan Sadia yang mengembalikan uang konsumen dengan ucapan terimaksih, karena alasan tidak ada permen, mendapat perhatian dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima. (Baca. Diduga, Bolly Mart Tipu Konsumen dengan Ucapan Terimakasih)

Kabid Perdagangan Dinas Koperindag Ratnaningsih, SE. Foto: Bin

Kabid Perdagangan Dinas Koperindag Ratnaningsih, SE. Foto: Bin

Kabid Perdagangan Dinas setempat, Ratnaningsih saat dimintai keterangan masalah itu kaget mendengar jika ada kasir yang tidak mengembalikan uang, kemudian hanya menyampaikan ucapan terimakasih.

“Tidak bisa dong, itu melanggar UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Meski kecilnya uang yang akan dikembalikan, jenisnya tetap uang dan harus dikembalikan,” tegasnya.

Mengenai pengembalian dengan permen, yang diketahuinya, dalam UU tersebut tidak dijelaskan secara detail. Tapi yang pasti, memberikan kembalian merupakan kewajiban penjual dan permen, sebagai kembalian bukanlah mata uang, maka kembalian dalam bentuk permen sebenarnya tidak diperbolehkan.

“Pembeli berhak menolak jika pengembalian dengan permen. Kecuali, pengembalian dengan permen bisa dilakukan apabila ada kesepakatan antara pembeli dengan penjual,” jelasnya.

Ratnaningsih mengaku, karena dirinya juga masih menemukan adanya pengembalian menggunakan permen di sejumlah Minimarket di Kota Bima, apalagi mendengar Bolly Mart mengembalikan uang pembeli dengan ucapan terimakasih, maka pihaknya dalam waktu dekat akan turun dan melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

“Nanti kita turun, kita juga akan undang teman – teman wartawan untuk bersama mengawasi persoalan ini. Jika memang sering terjadi pengembalian oleh kasir dengan ucapan terimakasih, tentu kita sebagai Pemerintah akan memberi tindakan,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. syafrudin

    Dengan adanya masalah seperti ini tentu akan memberikan celah pengetahuan dan pengalaman yang baru bagi pengusaha supermarket sebagai penjual, konsumen sebagai pembeli dan juga pemerintah sebagai penegak aturan. karena sebelumnya hal-hal tentang keberatan pembeli terhadap kembalian yang menjadi haknya sbenarnya kerap kali terjadi bahkan bukan hanya sekedar di supermarket akan tetapi di pengisian bensin, jasa angkutan mobil dan ojeg juga byk yang mengabaikan hak-hak konsumen dan ini bukan lagi rahasia umum, maka patut kita apresiasi bagi Dinas Koperindang punya inisiatif mengundang wartawan untuk melakukan sidak ke supermarket-supermarket tapi kita juga menyarankan agar tempat-tempat pengisian bensin dan jasa angkutan juga harus melakukan hal yang sama agar tidak ada tembang pilih. Dalam hal ini kalau menurut UU perlindungan Konsumen No 8 Thn 1999, disimpulkan meskipun kecil uang pengembaliannya maka haruslah dengan uang, maka pecahan yang dibawah lima ratus perak sudah sulit didapat bahkan di bank sekalipun. maka oleh karena itu kalaupun Dinas Koperindang melakukan sidak mendadak ke setiap supermarket maka tidak akan ada hal yang kongkret dan berarti saya pikir yang bisa dilakukan oleh supermarket. saya pribadi melihat dalam hal ini di supermarket di kota-kota besar mengembalikan pengembalian hak konsumen yang kecil yang tidak bisa dinilai dengan uang hanya dengan menggunakan permen tanpa kesepakatan, tapi kebanyakan konsumen tidak ada yang protes dikarenakan karena mereka sudah familyer dengan belanja di modern market, akan tetapi di bima justru terjadi hal tuntutan terhadap hak yang tidak bisa diuangkan oleh penjual. Disini saya pribadi melihat masalahnya bukan pada supermarket saja tidak memberikan hak konsumen akan tetapi dimana masyarakat juga kurang siap untuk berbelanja ala modern market

  2. Banyak barangnya bolkymart yang kadaluarsa juga, tlg pemerintah disidak bolly yg ada di pane, kita kasih tau pelayan dan kasirnya malah kayak org marah, gak ada etikanya sama sekali kpd pelanggan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *