KNPI: Pemuda Kita Mengalami Disorientasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peringatan Sumpah Pemuda setiap Tanggal 28 Oktober, menjadi momentum penting bagi para pemuda untuk melakukan refleksi sejauh mana perannya untuk masyarakat dan daerah. Bagaimana pandangan KNPI Kabupaten Bima memaknai peringatan Sumpah Pemuda tahun ini?

Wakil Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bima, Muchlis. Foto: Kahaba

Wakil Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bima, Muchlis. Foto: Kahaba

Wakil Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bima, Muchlis memberikan catatan kritis terhadap kiprah pemuda di Kabupaten Bima. Menurutnya, pemuda saat ini mengalami disorientasi, krisis legitimasi, dan berjiwa pragmatisme.

“Pemuda juga telah dipenjara oleh kepentingan kaum tua yang masih mempertahankan status quo. Sementara penguasa tidak memberikan ruang untuk mengelaborasi kecerdasan kaum muda,” ujarnya.

Bahkan, Muchlis tak segan mengkritisi kiprah KNPI Kabupaten Bima sebagai payung organisasi pemuda yang dinilai telah mengalami krisis kronis ibarat sebuah penyakit. Tak ada jalan lain, berkarya adalah tuntutan kekinian yang harus dilakukan para pemuda.

“Karena sesungguhnya, pemuda memiliki andil besar dalam mewujudkan agenda-agenda kebangsaan berdasarkan 9 amanat reformasi,” terangnya.

Dengan semangat Sumpah Pemuda lanjutnya, pemuda bukan tampil disaat memperingatinya dengan kemewahan identitas karena itu hanya eforia skeptis. Sebab pemuda adalah inisiator perubahan untuk pembangunan daerah dan kebangsaan.

“Pemuda harus berani tampil menawarkan gagasan dan ide untuk perubahan daerah karena pemuda memiliki potensi, cita-cita dan konsep. Saatnya pemuda bangkit dengan semangat Hari Sumpah Pemuda,” tegasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Arwena

    Paparannya tajam, punya banyak point, tapi agak ribet dijangkau kaum muda. Kenapa? Karena terlalu banyak point2 penting yg dipaksakan menggunakan istilah2 (yg sebenarnya tidk semua pembaca paham).
    Juga semua yg dipaparkan diatas semata2 masalah/problem tanpa ada solusi dan saran penyelesaian.
    Terkesan hanya mau menonjolkan kemampuan dlam memberi statement
    Budyakn bahasa yang lebih menjangkau semua kalangan.
    Mohon maaf, terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *