Dewan: Pembeli Berhak Tolak Pengembalian dengan Permen

Kota Bima, Kahaba.- Jika anda sering belanja kebutuhan sehari – hari di Minimarket Kota Bima, tentu sering menerima permen sebagai bentuk pengembalian pengganti uang receh. Nah, pengembalian bukan dalam bentuk uang rupiah, boleh ditolak oleh pembeli. (Baca. Diduga, Bolly Mart Tipu Konsumen dengan Ucapan Terimakasih)

Ilustrasi

Ilustrasi

“Alat pembayaran yang sah saat membeli itu uang, begitupun pengembaliannya, alat yang sah itu ya uang, bukan permen,” tegas Anggota DPRD Kota Bima, Nazamudin saat ditemui di kantor Wakil Rakyat, Kamis (29/10).

Duta PKPI itu mengatakan, penjual juga harus memikirkan hak pembeli. Setelah belanja, pengembalian itu merupakan hak pembeli untuk menerimanya, bukan dalam bentuk permen, tapi uang, berapapun nilainya. (Baca. Melanggar Perlindungan Konsumen, Bolly Mart Akan Ditindak)

Menurut Nazamudin, di Minimarket Kota Bima seringkali ditemukan pengembalian dalam bentuk permen. Diserahkan pun, begitu saja, tanpa ada komunikasi dengan pembeli. Padahal, pembeli tidak butuh permen, tapi butuh pengembalian dengan uang.

Anggota DPRD Kota Bima Najamudin. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima Nazamudin. Foto: Bin

“Mestinya ada kesepakatan dan komunikasi, mau tidak pembeli ini menerima permen. Kalau tidak mau, jangan dipaksa, itu pelanggaran,” tegasnya.

Sambung dia, pengembalian dalam bentuk uang juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti membayar tempat parkir. Karena saat membayar parkir, belum tentu petugas parkir mau menerima permen.

Untuk menindaklanjuti masalah tersebut, tambah Nazamudin, pihaknya akan membahas ditingkat komisi. Bila pada pembahasannya nanti cukup serius, maka akan memanggil Dinas Tekhnis dan pemilik Minimarket yang ada di Kota Bima. “Jadi pada prinsipnya masalah ini tetap akan kami bahas dan tindaklanjut,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. imam

    Saran; utk kahaba net: dlm menerima lowongan kerja, klu bisa;syarat dalam menerima lowongan kerja; ? minimal lulusan S2, gaji harus sesuai dgn umr kota bima,ada tunjangan ,ada bonus.artix apa!. Supaya oknum kahaba net dalam membuat berita,dan menyusun kata -kata tdk seperti lulusan sd.dan tdk lg memikir kan untuk mencari tambahan selain gaji,tunjangan dan bonus.dan selalu memikirkan bgm menzolimi org lain,spy mendapatkan dana tambahan.

  2. imam

    Saran; utk kahaba net: dlm menerima lowongan kerja, klu bisa;syarat dalam menerima lowongan kerja; ? minimal lulusan S2, gaji harus sesuai dgn umr kota bima,ada tunjangan ,ada bonus.artix apa!. Supaya oknum kahaba net dalam membuat berita,dan menyusun kata -kata tdk seperti lulusan sd.dan tdk lg memikir kan untuk mencari tambahan selain gaji,tunjangan dan bonus.dan selalu memikirkan bgm menzolimi org lain,spy mendapatkan dana tambahan.

  3. imam

    Apalagi Oknum kahaba.net; yg kacamata kumisan,jenggot;kaya org udik,belagu kaya orang kota, …. kaget kali… belanja di toko moderen:kata x; uang seratus klu dikumpulin bisa bangun rumah. Sambil bermimpi kali.kasian.nga tau ya….. bahwa sekarang sdh jarang ditemukan pecahan seratus ,duaraus ,sekalipun dibank.mas, tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli.penjual jk sdh acc, maka akan mengucapkan trms. Bukan menipu .atau meniadakan hak konsumen.oh iya….. ini kan tgl tua,dana sdh menipis,…ha ha…,bagaima
    cara x cari uang ya?? ….. puciing. Ah.klu ada org suruh membuat berita,jadi dech…. atau merongrong org lai…. he he ..yg penting dapat uang.kasian .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *