BPBD: Ada Lima Titik Api di Kabupaten Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan saat ini wilayah Kabupaten Bima sudah mulai diserang kabut asap. Meski belum dalam skala besar, tetapi sudah ada lima titik api yang menyebabkan munculnya kabut asap.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Hasil koordinasi kita dengan BMKG Bima diketahui ada lima titik api yang terlihat dari citra satelit. Inilah yang menyebabkan munculnya kabut asap, walaupun masih sedikit,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Bima, Sumarsono kepada Kahaba.net, Kamis (29/10) siang.

Sumarsono mengungkapkan, lima titik api itu terdapat di lima kecamatan, yakni Kecamatan Wera, Ambalawi, Donggo, Tambora dan Belo. Semuanya diindikasi disebabkan aktivitas pembakaran lahan warga yang sedang berladang. Kecuali di Wera, dari gambaran citra satelit titik api muncul dari Gunung Sangiang.

“Aktivitas pembakaran lahan oleh warga yang berladang memang mulai meningkat. Seperti di Donggo ada puluhan are lahan yang dibakar, begitu pun di kecamatan lainnya,” terang Sumarsono.

Selain itu lanjutnya, kemungkinan besar kabut asap yang muncul juga merupakan dampak pembakaran lahan di Kabupaten Dompu. Sebab, dari citra satelit di Dompu terlihat cukup banyak titik api yang tersebar.

Sementara ini kata dia, dampak kabut asap belum terlalu dirasakan masyarakat karena masih sedikit. Namun, bukan tidak mungkin akan membesar seperti di daerah lainnya di Indonesia. Karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan pembakaran lahan.

“Musim kemarau seperti ini sangat rentan bila ada aktivitas pembakaran lahan. Kami sementara ini masih menghimbau karena kesadaran masyarakat yang kita utamakan,” tandasnya.

Ditanya apakah kabut asap itu berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Sumarsono mengaku belum mengetahui pasti. Namun dari informasi yang diperolehnya, kabut asap telah mengurangi jarak pandang sehingga sempat menggangu penerbangan.

“Apakah sampai membatalkan jadwal penerbangan atau tidak saya belum tahu. Kalau tadi pagi, saya tahunya masih ada pesawat yang mendarat,” pungkasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *