Kabut Asap, Penerbangan di Bima Terganggu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabut asap kini mulai melanda wilayah Kabupaten Bima. Meski efeknya belum terlalu parah seperti di Sumatra dan Kalimantan, tetapi jadwal penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Salahudin terganggu selama dua hari terakhir.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Wilayah Bima memang sudah mulai terpapar kabut asap, walaupun belum terlalu menggangu aktifitas masyarakat,” ungkap Kepala BMKG Muhammad Salahudin Bima, Daryatno saat dihubungi, Selasa (27/10) pagi.

Daryatno mengakui, dampak kabut asap sempat menggangu aktifitas penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima. Jadwal penerbangan dari Mataram- Bima terpaksa ditunda, Senin (26/10) lalu karena jarak pandang kurang dari 2000 meter. “Tapi hari ini penerbangan sudah kembali normal,” akunya melalui telepon seluler.

Daryatno menjelaskan, dari hasil pemantauan BMKG, munculnya kabut asap karena disebabkan aktifitas pembakaran lahan untuk berladang oleh masyarakat. Aktivitas itu sebenarnya sudah terjadi sudah sejak dua minggu lalu. Intensitasnya kian meningkat beberapa hari terakhir sehingga terjadi akumulasi kabut asap makin tebal.

“Kabut asap yang tebal khususnya di sekitar teluk Bima terjadi akibat adanya pembakaran ladang. Lokasinya di wilayah pegunungan yang dekat dengan pendaratan (landing) pesawat menuju bandara,” ungkapnya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *