Dugaan Penipuan Proyek, Nama Mantan Bupati Dicatut

Kabupaten Bima, Kahaba.- Belasan Kontraktor di Bima diduga menjadi korban penipuan oknum Kepala Seksi Sarana di Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Syahraini. Modusnya, para korban dijanjikan mendapatkan paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bima. Akibat ulah oknum Mantan Bendahara Sekretaris Dewan (Sekwan), kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 814 Juta lebih.

Lembaran disposisi paket proyek yang ditandatangani mantan Bupati Bima

Lembaran disposisi paket proyek yang ditandatangani mantan Bupati Bima

Dugaan penipuan itu dibeberkan salah seorang Pegawai Dinas PU Kabupaten Bima berinisial F, yang menjadi penghubung Kontraktor dan Sahrani. Dalam kasus itu ungkap F, Sahrani diduga mencatut nama Mantan Bupati Bima yang saat itu masih aktif menjabat berikut nama istrinya. Tujuannya, untuk meyakinkan para Kontraktor bahwa paket proyek tersebut memang benar ada.

“Kami juga punya bukti disposisi Bupati Bima saat itu. Makanya para kontraktor percaya dan menyerahkan lebih dulu fee proyek yang diminta oleh oknum,” beber F kepada Kahaba.net, kemarin.

F mengaku dihubungi Syahraini pada bulan Mei 2015 lalu. Oknum menanyakan kepadanya, apakah ada kontraktor yang mau mengerjakan paket proyek paket milik Bupati Bima dan istrinya dengan catatan memberikan fee 10 persen. Saat itu, Ia pun langsung menginformasikan hal itu ke kontraktor.

“Namanya paket milik Kepala Daerah yang masih aktif, siapa yang tidak mau. Dalam bukti disposisi proyek itu ditandatangani Bupati Bima Tanggal 05 Agustus 2015 lalu,” ungkap F, di ruang kerjanya.

Para Kontraktor kemudian menyetorkan fee 10 persen dari proyek itu ke Syahraini dengan total Rp 814 Juta lebih bulan Mei lalu ke rekening salah seorang kerabat Mantan Bupati Bima berinisial YSN yang berada di Jakarta.

Syahraini yang dikonfirmasi wartawan via handphone, Sabtu (31/10) pagi, lebih memilih tidak mau berkomentar. ”Tunggu sebentar, nanti kita ketemu saja,” ujar Syahraini singkat sembari memutuskan pembicaraan.

Setelah itu, Syahraini kembali dihubungi beberapa kali oleh sejumlah wartawan untuk meminta keterangan. Namun tidak menggubris, meskipun berjanji untuk bertemu langsung menjelaskan persoalan tersebut.

Begitupun kerabat Mantan Bupati Bima berinisial YSN, belum berhasil dihubungi hingga berita ini diterbitkan. Dihubungi melalui telepon selulernya beberapa kali, tetapi tidak aktif.

*Tim

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *