Demi Dapat KTP, Warga Tambora Nginap di Kantor Dukcapil

Kabupaten Bima, Kahaba.- Hidup jauh dari pusat Ibukota Pemerintah Kabupaten Bima, membuat puluhan warga Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora rela menginap di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) demi mendapatkan identitas kependudukan.

Warga Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora yang akan menginap di Kantor Dukcapil. Foto: Ady

Warga Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora yang akan menginap di Kantor Dukcapil. Foto: Ady

Mereka bahkan datang bersama anak-anaknya meninggalkan pekerjaan dan rumah selama dua hari hanya untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

“Kita datang dari Minggu (1/11) kemarin dan menginap di Kantor Dinas Dukcapil untuk mengurus KTP dan KK. Jumlah kita ada 23 orang, semuanya dari Kampung Transmigran SP 5 Dewa Kawinda To’i,” kata Husama, salah seorang warga, Senin (2/11) siang kepada Kahaba.net.

Husama mengaku, dari 200 warga SP 5 sebagian besar hidup tanpa identitas kependudukan hampir lima tahun lamanya. Jarak desa yang jauh membuat warga kesulitan mengurus identitas kependudukan. Ditambah lagi, tidak ada dukungan transportasi dan kondisi jalan yang rusak.

“Syukurnya ada Pak Ali Zailani, pegawai UPTD Pertanian Tambora yang berbaik hati mengantar kami menggunakan Pick Up miliknya. Itu pun, untuk sampai kesini, kami harus keluarkan biaya bahan bakar, makan dan minum masing-masing Rp 300 ribu,” akunya di Kediaman Kepala Dukcapil Kabupaten Bima.

Pengantar warga, Ali Zailani mengaku, mengantar warga transmigran asal Lombok dan Jawa itu sebagai bentuk kepedulian antar sesama. Meski harus rela mengeluarkan biaya sendiri, seperti untuk mengganti ban mobil yang pecah dan biaya makan.

“Kita star dari Kawinda To’i Pukul16.00 Wita, nyampe Kota Bima Pukul 22.00 Wita. Sangat melelahkan, terutama bagi warga harus rela berdesakan di atas bak pick up. Tapi alhamdulillah, kami dilayani dengan baik oleh Kepala Dinas Dukcapil saat sampai,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *