Ponpes Imam Syafi’i Bantu Pendidikan Anak Yatim

Kota Bima, Kahaba.- Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Syafi’i telah banyak berkonstribusi bagi daerah dalam mencerdaskan generasi dengan akhlak Islami. Keberadaan Ponpes di bawah asuhan, Ustad Fu’ad ini sangat dirasakan manfaatnya terutama bagi anak yatim dan piatu.

Lokasi KBM Ponpes Imam Safi'i. Foto: Ady

Lokasi KBM Ponpes Imam Safi’i. Foto: Ady

Hal itu terlihat dari jumlah santri yang didominasi anak yatim dan piatu tersebar di Kota dan Kabupaten Bima. Karena komitmennya membantu pendidikan kaum tidak mampu ini, Ponpes Imam Syafi’i mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dengan menitipkan anak-anak mereka.

“Alhamdulillah, jumlah siswa kami semakin meningkat. Memang sebagian besar siswa didominasi anak yatim dan piatu,” kata Wakasek Kesiswaan Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Imam Syafi’i, Abdurrahim Yusuf kepada Kahaba.net.

Abdurrahim mengaku, Ponpes setempat berdiri sejak Tahun 2008. Awalnya pendirian memang lebih prioritaskan untuk pendidikan anak yatim dan piatu. Namun karena antusias masyarakat cukup luar biasa, pihaknya diminta tidak hanya menerima anak yatim saja. Karena masyarakat juga merasa membutuhkan pendidikan berbasis Ponpes seperti itu.

“Atas masukan dan permintaan masayarakat, akhirnya kita juga menerima dari masyarakat umum. Khusus untuk anak yatim, kita bebaskan semua biaya pendidikan. Malahan kita berikan bantuan ketika mereka butuh apa-apa,” akunya.

Dari tahun ke tahun kata dia, jumlah siswa setempat semakin bertambah. Untuk pendidikan MA yang baru beroperasi Tahun 2012/2013 saja, jumlah siswa sudah mencapai 106 orang. Mereka berasal di Kota dan Kabupaten Bima.

Karenanya sambung dia, untuk mendukung kelancaran KBM Ponpes setempat saat ini telah memiliki dua lokasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yakni di Lingkungan Kedo Kelurahan Jatiwangi khusus untuk perempuan dan Kelurahan Melayu khusus untuk laki-laki.

Untuk kurikulum terangnya, Ponpes mengikuti Pemerintah melalui Kementerian Agama. Bahkan semua guru sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013. Tentu, hal itu menjadi tambahan ilmu bagi tenaga pengajar di Ponpes yang lebih banyak dari latar belakang Pendidikan Agama Islam.

Abdurrahim menambahkan, ke depan pihaknya berencana untuk menyelenggarakan KBM untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Apabila rekomendasi dari pemerintah cepat keluar, maka pendidikan pun akan cepat dilaksanakan. “Apalagi minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah kejuruan sangat tinggi,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *