MJC Kecam Intimidasi dan Kekerasan Wartawan

Kota Bima, Kahaba.- Intimidasi, ancaman dan kekerasan kerap menyertai tugas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Di Bima, sudah beberapa kali tercatat kasus seperti ini menimpa wartawan. (Baca. Ancam Bunuh Wartawan, Ruma Rengge Dilapor Polisi)

Ketua MJC Bima Yudha LM. Tudiansyah

Ketua MJC Bima Yudha LM. Tudiansyah

Kasus yang terbaru dialami Wartawan Media Online Kahaba.net, Ady Supriadin beberapa waktu lalu. Saat menjalankan tugas, mendapat perlakuan buruk dan ancaman dari preman UD. Satria Perdana. Prilaku tersebut pun disesali sejumlah pihak. (Baca. Pemilik UD Satria Perdana Halangi Tugas Wartawan)

Ketua Mbojo Journalist Club (MJC) LM. Tudiansyah juga mengecam tindakan tersebut. Dari kronologis kejadiannya, Komunitas Wartawan Bima itu menilai telah terjadi intimidasi, ancaman dan percobaan kekerasan terhadap Ady, Wartawan Kahaba.net.

“Karena insiden ini terjadi saat wartawan menjalankan tugas peliputan, maka perlu kiranya kami mengambil sikap bersama dan mengencam tindakan tersebut,” tegasnya.

Kata dia, dari hasil diskusi dengan seluruh wartawan Bima yang tergabung dalam MJC, maka lahir sejumlah poin. Seperti mengecam tindakan premanisme Ruma Rengge yang mengintimidasi, mengancam dan melakukan percobaan tindak kekerasan terhadap wartawan.

Mengecam Pemilik Toko, UD Satrya Perdana, Ahyar yang bersikap arogan dan menghalangi tugas wartawan dengan menggunakan intimidasi premanisme. Kemudian, mendesak kepada Polres Bima Kota agar segera memproses hukum kasus ini dengan menggunakan pasal berlapis, yakni UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Pasal 368 Ayat 1 KUHP tentang ancaman kekerasan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan terhadap orang lain.

Tidak hanya itu, sambungnya, kami juga mendesak kepada Polres Bima Kota agar segera menyita barang bukti batako keramik dan rekaman CCTV di Toko UD Satrya Perdana agar tidak dihilangkan oknum. Mendesak kepada Polres Bima Kota agar segera menahan Pemilik Toko, Akhyar, Ruma Rengge dan sejumlah karyawannya agar ada efek jera.

Meminta kepada Polres Bima agar memberikan perlindungan keamanan kepada seluruh Wartawan di Bima, khususnya korban dari upaya pengancaman, intimidasi dan kekerasan.

“Dalam poin itu kami juga menghimbau kepada semua Wartawan di Bima agar bersatu dan tetap mengedepankan kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik,” bebernya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. YUS

    udah basi bang main kecam mengecam, al aja bisa mengecam abang kok, hehehehhe, percuma ada organisasi jurnalis kalau hanya bisa mengecam, harusnya mengawal dan menuntaskan proses hukum hingga ahir, biar tugas jurnalistik tetap dihargai dan masyarakat tau bahwa peliputan jurnalis dilindungi oleh UU, ini malah damai, cabut laporan lalu tuntas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *