Disbudpar Gelar Pembekalan SDM Balawisata dan Bimtek Pengembangan Sadar Wisata

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bima menggelar dua kegiatan berbeda yakni Pembekalan SDM Badan Penyelamat Wisata (Balawisata) di Hotel Muthmainnah dan Bimtek Pengembangan Sadar Wisata dan Kapasitas Usaha di Hotel Marina, Rabu (11/11).

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali. Foto: Bin

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali. Foto: Bin

Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi yang berbeda itu dibuka secara terpisah oleh Staf Ahli Walikota Bima, Syafrudin Djafar dan Syamsudin. Kedua kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB dengan Disbudpar Kota Bima.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali dalam siaran persnya mengatakan, pembekalan SDM Balawisata Tahun 2015 diikuti wakil dari unsur kelompok sadar wisata, himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), pemandu wisata serta penduduk yang bermukin di sekitar daerah destinasi wisata.

Peserta tidak hanya berasal dari Kota Bima, namun juga ada perwakilan dari Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Alokasi peserta dari masing-masing Kabupaten dan Kota adalah, Kota Bima sebanyak 10 orang, Kabupaten Bima 20 orang dan Kabupaten Dompu 20 orang. Pembekalan dilaksanakan sejak tanggal 11 sampai dengan 12 November 2015.

Sedangkan untuk Bimtek Pengembangan Sadar Wisata dan Kapasitas usaha yang berlangsung di Hotel Mutmainnah, sambungnya, dilaksanakan selama satu hari yakni tanggal 11 November 2015, diikuti 58 peserta yang melibatkan berbagai unsur diantaranya Diskoperindag Kota Bima, Bappeda, Diskanlut, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Kodim 1608 Bima, Kepolisian dan penduduk di sekitar destinasi wisata atau pengusaha ekonomi kreatif serta beberepa pemangku kepentingan lain bidang pariwisata.

Kata dia, Staf Ahli Walikota Bima Syafrudin Djafar dan Syamsudin, di dua lokasi yang berbeda menyampaikan pengembangan pariwisata memang menjadi prioritas yang tengah di laksanakan Pemerintah Kota Bima. Sebab, Kota Bima memiliki letak yang sangat strategis, karena berada di tengah-tengah segitiga emas tujuan pariwisata nasional, yaitu Bali, pulau Komodo, dan Bunaken. Letak strategis ini memungkinkan daerah Kota Bima menjadi kota transit para wisatawan.

Kondisi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Terlebih lagi, banyak potensi yang dapat ditawarkan sebagai tujuan wisata, yaitu potensi alam dan budaya. Untuk wisata alam, salah satu yang sangat potensial adalah wilayah sepanjang pesisir Niu – Lawata – Amahami hingga Kolo.

“Kawasan pesisir ini menjadi ikon penataan Kota Bima sebagai kota tepian air yang alhamdulillah pembangunannya sudah mulai dilaksanakan di gerbang niu,” jelasnya.

Diharapkannya pula Kementerian Pariwisata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB dapat terus memberikan dukungan, baik dalam hal penganggaran maupun kegiatan peningkatan kapasitas berupa pelatihan atau workshop kepada seluruh elemen kepariwisataan, mulai dari pelaku industri perhotelan, pemandu, maupun pramuwisata.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *