Legislatif Tidak Bermarwah, Pimpinan Dikritik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman MT menganggap Lembaga Legislatif dengan formasi saat ini tidak punya marwah dan wibawa dimata Eksekutif dan masyarakat.

Kantor DPRD Kabupaten Bima

Kantor DPRD Kabupaten Bima

Hal itu menurutnya, disebabkan karena peran unsur Pimpinan DPRD setempat tidak maksimal, terutama Ketua Dewan. Indikatornya antara lain, minimnya program-program internal DPRD, kurangnya koordinasi pimpinan dengan unsur komisi dan fraksi terkait agenda dewan.

“Saya tidak tau, entah Pimpinan kita ini tidak paham terhadap tugas dan fungsi atau memang tidak punya kemampuan. Kalau memang paham tugas sesuai aturan, harusnya peran itu dijalankan dengan baik,” kritik Duta Partai Gerindra ini, Rabu (11/10) siang.

Peran Ketua Dewan kata Sulaiman, sangat penting dan menentukan. Sebab, Ketua Dewan mewakili Legislatif sebagai unsur Muspida. Tentunya, hal itu berpengaruh besar terhadap terjalinnya komunikasi yang baik dengan Eksekutif. Fakta yang terjadi, saat ini terjadi kemandekan komunikasi antara Legislatis dan Eksekutif.

Dampaknya lanjut dia, program DPRD minim dan terhambatnya pembahasan RAPBD Tahun 2016 saat ini. Tidak jelas bagaimana kelanjutan pembahasan tersebut pasca penolakan nota keuangan RAPBD oleh Banggar DPRD. Padahal, aturan mengamanatkan sebulan sebelum akhir tahun RAPBD harus selesai dibahas dan disahkan.

“Harusnya Legislatif itu punya power. Ketua mesti mendesak Eksekutif agar segera merampungkan penyusunan RAPBD sesuai koreksi bersama. Sekarang kan kita tidak punya marwah sama sekali,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *