Pejabat Kemenag Kota Bima Terlibat Rekayasa SK K1

ilustrasi

Kota Bima, Kahaba-Rumor tentang kontroversi surat keputusan (SK) penjaringan tenaga honorer kategori 1 Kemenag Kota Bima telah diakui oleh kepala Kemenag Kota Bima sendiri, Drs. H. Syahrir MSi. Rekayasa SK tersebut ternyata bukan hanya didalangi oleh oknum tenaga honorer saja, namun juga berasal dari insisatif pejabat internal. Upaya curang ini terkuak setelah desas desus yang selama ini beredar cukup lama. ““Kami sudah telusuri dan itu biarlah menjadi urusan internal,” ujarnya. Tetapi Syaharir enggan membeberkan siapa pejabat yang dimaksud.

Informasi ini diperoleh lewat proses klarifikasi kepala Kemenag Kota Bima terhadap seorang staf yang terlibat didalamnya. “karena hanya pegawai biasa, dia melakukan ini karena mengikuti instruksi pejabat tersebut dan semata-mata ingin membantu tenaga honorer saja. Tidak lebih.” Tukasnya melanjutkan. Dilain pihak, Darmiati salah satu pelaku rekayasa dipanggil H. Syahrir untuk memberikan keterangan. Darmiati akhirnya mengakui telah memalsukan lama pengabdian kerja dalam surat. Dalam SK asli ia mulai bekerja sejak 2006 tapi ia merubahnya menjadi sejak 2005. “Saya menyesali apa yang sudah terjadi. Di dalam surat pernyataan kejujuran, saya berjanji tak akan mengulanginya lagi,” tegasnya.

H. Syahrir menegaskan, kasus rekayasa ini wajib menjadi pelajaran penting kedepan. Seluruh jajaran Kemenaga Kota Bima harus lebih berhati-hati dan mengambil keputusan secara prosedural.“Ini pelajaran, kami kedepannya akan tetap waspada, agar hal yang sama tak terulang lagi,” janjinya. (BK)

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *