Belajar Kerukunan, FKUB Tapin Studi Banding di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan, selama empat hari ke depan melaksanakan studi banding di Kota Bima. Agenda kunjungan itu bertujuan untuk melihat potret kerukunan hidup umat beragama di Kota Bima.

Kegiatan silaturrahmi dan kunjungan studi banding FKUB Kabupaten Tapi Kalimantan Selatan di Kota Bima. Foto: Ady

Kegiatan silaturrahmi dan kunjungan studi banding FKUB Kabupaten Tapi Kalimantan Selatan di Kota Bima. Foto: Ady

“Kami juga ingin menambah wawasan tentang gambaran kerukunan sekaligus mempererat tali silaturrahmi dengan tokoh antar agama di Kota Bima,” kata Ketua FKUB Kabupaten Tapin, Yusran Rasidi usai kegiatan silaturrahmi di Kantor FKUB Kota Bima.

Dia mengaku hadir di Kota Bima bersama rombongan berjumlah 17 orang. Ada dari perwakilan Tokoh Antar Agama, Camat, Kepala Kesbangpolinmas bahkan Sekda Kabupaten Tapin.

Menurutnya, kebersamaan tokoh umat beragama di bawah koordinasi FKUB sangat kuat dan patut dicontoh oleh daerah lain. Hal itu terlihat dari penyambutan sejak menginjakkan kaki di Kota Bima, tokoh umat beragama begitu bersahaja dan kompak kendati dengan mayoritas umat Islam.

Dia merasa takjub dengan keindahan Kota Bima yang dikelilingi laut dan gunung. Meski kota kecil, Kota Bima juga memiliki banyak potensi unggulan yang dikembangkan masyarakat. Tentunya, pengalaman selama di Kota Bima tersebut akan menjadi catatan penting dikembangkan di Kabupaten Tapin.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Zulkarnain mengatakan, selama ini FKUB Kota Bima selalu mengunjungi daerah lain untuk belajar kerukunan hidup antar umat beragama. Sisi positif dari kunjungan itu, pengalaman dan ilmu yang didapat serta dirasa bisa dilaksanakan langsung diterapkan.

“Contohnya saat kita berkunjung ke Kabupaten Badung Provinsi Bali. Disana ketika umat Islam melaksanakan ibadah dijaga oleh umat agama lain. Sekarang hal itu sudah dilaksanakan di Kota Bima,” ujarnya.

Kata dia, tujuan utama FKUB Tapin berkunjung ke Kota Bima karena predikat Kota Bima mereka kenal sebagai zona merah. Namun setelah tiga hari diajak berkeliling ke rumah ibadah dan beberapa tempat, stigma mereka langsung berubah melihat kondisi Kota Bima yang aman, damai, kondusif, indah dan kerukunan terjaga.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *