Pelaku Pengancaman Wartawan tak Kunjung Diperiksa

Kota Bima, Kahaba.- Sejak dilapornya kasus pengancaman wartawan Bima Ady Supriadin di Polres Bima Kota, sejak tanggal 4 November 2015, hingga hari ini pelaku pengancaman pembunuhan yang dilakukan oleh Aminullah alias Ruma Rengge tak kunjung diperiksa oleh penyidik setempat.

Ady Supriadin saat memberikan laporan ke Polisi. Foto: Bin

Ady Supriadin saat memberikan laporan ke Polisi. Foto: Bin

Lambannya kerja polisi tersebut pun menuai sorotan. Sebab, kasus tersebut telah menjadi atensi Kapolres Bima Kota, bahkan Kapolda NTB untuk segera diproses hukum.

Ketua Mbojo Journalis Club (MJC) Bima, LM. Tudiansyah menyorot, sudah sepekan lebih kasus dilaporkan ke Polres Bima Kota. Namun, hingga hari ini prosesnya tak kunjung memanggil terlapor.

“Pelapor dan saksi sudah diperiksa saat kasus tersebut dilaporkan. Tapi Penyidik hingga saat ini belum memanggil dan memeriksa pelaku,” sorotnya, Jum’at (13/11).

Menurut dia, jika seperti ini cara kinerja aparat penegak hukum, maka kejahatan akan terus terjadi. Tidak hanya menimpa wartawan yang tengah meliput, masyarakat umum pun bisa menemui tindakan premanisme oknum-oknum tertentu.

Terhadap kasus tersebut, ia juga meminta agar prosesnya tidak saja dikenakan pasal pidana murni, Penyidik juga harus menjerat terduga dengan Undang-Undang Pers. Karena selain Ruma Rengge, Ahyar selaku pemilik UD Satria Perdana juga telah dengan sengaja menghalang-halangi tugas wartawan.

Permintaan yang sama juga disampaikan, Islamudin, Wartawan Senior Bima. Dirinya meminta kepada pihak Polres Bima Kota segera memproses kasus tersebut. Bila perlu, segera tahan pelakunya jika unsur – unsur hukumnya sudah terpenuhi.

Sementara itu, Kapolres Bima Kota melalaui KBO Sat Reskrim IPDA. Masdidin yang dikonfirmasi mengaku, proses kasusnya tetap berjalan, hanya saja pekan ini terlapornya belum dipanggil karena penyidik yang menanganinya masih sakit.

“Penyidiknya sakit. Pekan depan terlapor akan kami panggil untuk dimintai keterangannya,” jelasnya singkat.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *