Warga Nggembe dan DINDA Teken Kontrak Politik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga Desa Nggembe Kecamatan Bolo menandatangani kontrak politik dengan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri-Dahlan M. Noer (DINDA), Sabtu (14/11) sore. Dalam kotrak politik tersebut, warga Nggembe meminta pemekaran Desa setempat.

Pasangan DINDA saat teken kontrak politik. Foto: Noval

Pasangan DINDA saat teken kontrak politik. Foto: Noval

Kordes Nggembe Arifin mengatakan, kontrak politik merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan warga dengan pasangan calon untuk memastikan aspirasi tersebut bisa direalisasikan. Dirinya pun merasa yakin dengan pasangan nomor 4 tersebut, akan mewujudkan aspirasi rakyat yang tertuang dalam kontrak polisik.

“Dalam kontrak politik kami meminta pemekaran Desa dengan presentase suara sebanyak 75 persen dari suara 450 di Dusun setempat,” ujarnya.

Kata dia, mengingat jumlah penduduk di Desa Nggembe mencapai 3000 lebih, dan letak geografis wilayah Dusun Jala yang sedikit berjauhan dari Desa Nggembe, warga meminta untuk dimekarkan.

Dahlan M. Noer saat blusukan. Foto: Noval

Dahlan M. Noer saat blusukan. Foto: Noval

“Sudah menjadi kesepakatan semua warga Dusun Jala, hingga kontrak politik ini kami ajukan ke Dae Dinda dan pak Dahlan,” ungkap Kordes Nggembe Arifin.

Sementara itu, Calon Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri mengucapkan rasa hormat dan terimakasihnya kepada warga setempat, karena telah mempercayai dan mendukungan pasangannya. “Permintaan warga dalam kontrak ini akan kami penuhi. Namun tentunya, kita harus menang dulu,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima itu.

Ia berharap kepada masyarakat, agar terus menjaga kantong-kantong suara hingga 9 Desember mendatang. “Yang paling penting lagi, kita harus tetap saling mengingatkan satu sama lain agar bisa mencapai tujuan bersama,” harapnya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *