Dihujani Kritik, Bupati Bima tak Bergeming

Kabupaten Bima, Kahaba.- Meski dihujani kritik, bahkan diminta meninggalkan ruangan sidang paripurna oleh Anggota Dewan, Senin (16/11) pagi, Penjabat Bupati Bima, H Bachrudin tak bergeming. (Baca. Paripurna Ricuh, Dewan Bakar Dokumen RAPBD)

Ekspresi Bupati Bima saat dihujani kritik anggota DPRD Kabupaten Bima. Foto: Ady

Ekspresi Bupati Bima saat dihujani kritik anggota DPRD Kabupaten Bima. Foto: Ady

Hingga sidang diskorsing sekitar Pukul 12.00 Wita, Penjabat Bupati Bima sementara ini tetap berada di depan forum. Pejabat asal Pulau Lombok ini juga nampak tenang mengikuti dinamika sidang paripurna dengan agenda tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Bima terhadap penjelasan nota keuangan RAPBD Tahun 2016 dari Eksekutif. (Baca, Dewan Pecahkan Kaca, Pimpinan Sidang Ngamuk)

Munculnya hujan interupsi Anggota Dewan memang bukan tanpa sebab. Para sidang paripurna sebelumnya, Legislatif secara kelembagaan telah menolak penjelasan nota keuangan RAPBD Tahun 2016 Eksekutif. Alasannya, karena rancangan tidak mengacu pada KUA-PPAS yang telah disahkan.

Selain itu, sebagian besar pokok pikiran Anggota Dewan dan hasil reses tidak diakomodir dalam rancangan tersebut. Eksekutif pun telah diberikan catatan, agar segera memperbaiki dokumen itu. Namun hingga sidang paripurna pada Senin (16/11) kembali digelar, dokumen tak juga diperbaiki.

Hal ini menyebabkan Anggota Dewan menuding Eksekutif sengaja menciptakan polemik agar terjadi tarik ulur kepentingan dalam pembahasan. Berdasarkan keputusan Pimpinan Sidang, pembahasan kemudian tetap dilanjutkan setelah 8 dari 9 Fraksi Dewan menyetujui.

Namun, empat fraksi diantaranya tetap menegaskan bahwa dokumen itu harus diperbaiki dengan menuangkan pokok pikiran dan hasil reses Dewan. Sebelum itu diakomodir, maka Dewan tetap akan menolak pengesahan RAPBD Tahun 2016.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *