Kepsek SDN 71 Kobi Bantah Jadi Calo K2

Kota Bima, Kahaba.- Kepala SDN 71 Kota Bima, H. Darwis membantah telah terlibat dalam calo tenaga honorer K2. Menurutnya, apa yang diberitakan oleh sumber tersebut di media tidaklah benar dan mendasar. (Baca. Diduga, Kepsek SDN 71 Calo K2)

Kwitansi pengembalian. Foto; Eric

Kwitansi pengembalian. Foto; Eric

“Saya tidak pernah terlibat sedikitpun dalam urusan tenaga honorer, karena murni telah mengabdikan diri untuk mengajar dan berbakti untuk dunia pendidikan,” ujarnya, Kamis (19/11) di rumahnya.

Justeru yang diberitakan di Media, tidak pernah sangkut paut dengan dirinya. Yang ada hal tersebut hanya diketahui oleh isterinya. “Saya tidak tahu apa-apa, justeru masalah ini hanya diketahui oleh isteri saya,” tegasnya.

Isteri H. Darwis, Kamlah, yang duduk disampingnya, mengaku yang beritakan di Media tersebut memang pernah diproses secara hukum. Namun semuanya telah di selesaikan secara kekeluargaan, oleh kedua belah pihak.

“Uang Rp 30 juta itu telah dikembalikan, dalam bentuk uang tunai dan satu unit sepeda motor. Pengembaliannya turut disaksikan oleh dua orang,” ucapnya sembari menunjukkan bukti kwitansi pembayaran.

Masalah itu telah meruska nama baik keluarganya. Karena mengungkapkan kembali masa lalu, yang sudah lama diselesaikan. Meskipun sempat ditangani Polisi, laporan itu telah dicabut, karena uang sudah dikembalikan.

Pihaknya pun ingin agar Media membersihkan namanya beserta suami. Karena tidak pernah sama sekali terlibat dalam perekrutan tenaga honor K2 tersebut. Dua orang yang melaporkan masalah tersebut di Media juga terlalu berlebihan, sebab keduanya telah masuk kerja dan hingga saat ini masih bekerja.

“Akan bemasalah mungkin jika dua orang pelapor ini menyerahkan uang tapi tidak masuk kerja. Tapi kenyataannya, mereka bekerja dan ada namanya di absensi. Lagi pula kami urus mereka dulu bukan untuk tenaga Honore K2, tapi tenaga sukarela. Karena dulu Tahun 2009, belum ada K2,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. YUS

    ndak usah terlalu banyak bicara, kalau berani silahkan laporkan ke penegak hukum, pihak yang dirugikan (korban) kalau memang ckup dua alat bukti silahkan lapor polisi krn udh memenuhi unsur pidana, nah kalau H Darwis merasa benar dan tidk melkukan penipuan, silahkan lapor ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan membuat perasaan tidak nyaman, dengan begitu semua akan tuntas, dripda perang tuduh menuduh lewat media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *